Banjir Mematikan di Peru, Puluhan Ribu Jiwa Terkena Imbas

Arpan Rahman    •    Jumat, 17 Mar 2017 13:43 WIB
banjir
Banjir Mematikan di Peru, Puluhan Ribu Jiwa Terkena Imbas
Banjir yang melanda Peru (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Lima: Ribuan jiwa di Peru telah jadi korban dan genangan air menyebarkan wabah demam berdarah.
 
Kekeringan parah yang mencekam Peru telah membasah oleh turunnya hujan yang paling dahsyat di negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Akibatnya 62 orang tewas, 11 hilang, dan lebih dari 62.000 jiwa lainnya terdampak bencana. 
 
Saat air bah melanda, tampaknya otoritas lengah karena mereka mengira jenis banjir kali ini hanya dampak perubahan iklim yang diperkirakan memang akan sering datang.
 
Setidaknya 20 orang tewas dalam guyuran hujan dahsyat di Peru selama beberapa pekan terakhir, termasuk enam penambang yang tertimbun longsor di Peru selatan, kata Juber Ruiz, dari lembaga pertahanan sipil Peru, Kamis 16 Maret.
 
Tanggul sungai jebol, aliran air mendorong ribuan rumah penduduk dan menyumbat instalasi pengolahan air dengan batu-batu dan pepuingan -- memaksa pemerintah untuk membatasi penggunaan air di ibu kota Lima dan kota terbesar kedua di Peru, Arequipa.
 
"Kami pasti tidak siap untuk hal semacam ini," kata Perdana Menteri Fernando Zavala kepada wartawan di lokasi pemukiman kelas pekerja di Lima, di mana puluhan rumah rusak akibat banjir.
 
Meskipun hujan telah memukul Peru secara tradisional sebagai "musim longsor," tahun ini musibah itu jauh lebih intens dan telah melanda kawasan yang lebih luas di Peru, kata Ruiz, seperti dikutip Telesur TV, Jumat 17 Maret 2017.
 
Curah hujan, telah dipicu suhu yang luar biasa hangat di Samudera Pasifik, akan menyusul datangnya kekuatan El Nino jika temperatur itu terus berlanjut, kata pakar meteorologi Abraham Levy.
 
Sementara ini terlalu dini menyebut hujan terjadi setiap muncul fenomena iklim tertentu, Ruiz mengatakan, semua pertanda alam itu adalah panggilan bahaya bagi Peru agar siap menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan meningkat seiring kenaikan suhu global.
 
Sekitar setengah juta orang di Peru hidup di dataran rawan banjir, menurut laporan terbaru oleh badan pengairan negara, ANA.
 
Tayangan televisi menunjukkan, orang-orang hingga batas pinggang mereka dalam air dan mobil-mobil hanyut. Pekan lalu, sebuah hotel bertingkat tiga runtuh ke sungai di wilayah Huancavelica.
 
Hanya beberapa bulan lampau, kebakaran menghanguskan seluruh wilayah yang dilanda kekeringan di Peru setelah ilmuwan mendesak pemerintah supaya menyebarkan berita tentang risiko kekeringan yang amat parah di wilayah Andes-Amazon.



(FJR)