MA AS Dukung Larangan Kunjungan Kontroversial Trump

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 27 Jun 2018 07:40 WIB
amerika serikatdonald trump
MA AS Dukung Larangan Kunjungan Kontroversial Trump
Foto: AFP PHOTO / MANDEL NGAN.

Washington: Mahkamah Agung Amerika Serikat mendukung larangan kontroversial Presiden Donald Trump terhadap pelancong dari lima negara mayoritas Muslim.

Dilansir AFP, Rabu, 27 Juni 2018, hakim memutuskan 5-4 bahwa versi terbaru dari larangan tersebut, yang diklaim oleh pemerintah dibenarkan oleh masalah keamanan nasional, adalah sah.

Keputusan ini membuat Trump bisa melarang warga dari Korea Utara dengan lima negara mayoritas Muslim yaitu Iran, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman untuk masuk AS. Pejabat-pejabat tertentu dari Venezuela juga menjadi sasaran langkah itu.

Hakim Ketua John Roberts menyatakan peraturan tersebut valid dan dibenarkan jika mengacu kepada kekhawatiran keamanan nasional. Kebijakan Trump itu tidak membuat dia bisa mendapatkan wewenang berlebih sehingga melanggar konstitusi AS.

"Pemerintah telah menetapkan justifikasi keamanan nasional yang cukup untuk bertahan dari peninjauan rasional," jelas John.

Meski MA mendukung kebijakan itu, Roberts tetap mengkritisi Trump, dan berharap kebijakan itu tidak menciptakan diskriminasi berdasar agama. Hakim yang menjabat sejak 29 September 2005 itu berujar, seorang Presiden AS punya kekuasaan besar untuk mempertahankan toleransi beragama. 

"Meski harus diakui, pemerintah federal saat ini telah menggunakan kekuasan itu untuk menampilkan kebijakan yang tidak merara. AS adalah negara besar karena membagi nilai yang sama soal respek, martabat, dan nilai-nila manusia yang ada," katanya.


(DEN)