Selidiki Fethullah Gulen, AS Berencana Kirim Tim ke Turki

Sonya Michaella    •    Minggu, 21 Aug 2016 09:01 WIB
kudeta turki
Selidiki Fethullah Gulen, AS Berencana Kirim Tim ke Turki
Fethullah Gulen (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Ankara: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) berencana akan mengirimkan satu tim ke Turki untuk menyelidiki lebih lanjut tudingan Pemerintah Turki atas Fethullah Gulen.

Gulen, seorang ulama asal Turki yang mengasingkan diri di AS dituduh menjadi dalang atas kudeta Turki yang gagal pada bulan lalu. Namun Gulen menyangkal tudingan keterlibatannya dalam upaya kudeta itu. Ia bahkan turut mengecam upaya itu.

Selama ini, Pemerintah AS memang sedang berkoordinasi ketat dengan Turki untuk menentukan nasib Gulen. Turki juga meminta AS mengekstradisi Gulen agar bisa diadili di Turki.

AS pun masih terus meminta alat pendukung dari Turki untuk menentukan layak tidaknya Gulen untuk diekstradisi. Awal Agustus lalu, AS mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengevaluasi dokumen baru yang dikirimkan oleh Turki.


Kudeta Turki yang gagal/AFP

"Kami menerima lebih banyak dokumen. Kami memeriksa itu dan saya pikir itu juga belum memenuhi syarat," tutur Juru Bicara Kemenlu AS, Mark Toner, seperti dikutip Washington Post, Minggu (21/8/2016).

Kementerian Kehakiman AS juga menjadi penanggung jawab utama untuk menentukan ekstradisi Gulen yang mengasingkan diri ke Pennsylvania sejak 1999 silam

Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu, sudah memperingatkan bahwa hubungan Turki dengan AS dapat terkena imbasnya jika permintaan untuk mengekstradisi Gulen tak terpenuhi.

Toner sendiri mengatakan bahwa AS sudah menawarkan bantuan untuk menyelidiki upaya kudeta itu. Tetapi, ia tak menjelaskan tanggapan Turki atas tawaran tersebut.

Tuduhan Turki terhadap keterlibatan Gulen pun berimbas kepada negara lain, yaitu Indonesia. Para mahasiswa asal Indonesia yang diketahui menerima beasiswa dari yayasan Gulen untuk bersekolah di Turki diperiksa, bahkan ada yang ditangkap.

Terhitung sejak 3 Juni lalu, seorang WNI ditangkap dan dimasukkan ke rumah tahanan Turki. Saat ini, dirinya sedang menunggu sidang. Lalu, yang baru saja terjadi, dua mahasiswi asal Indonesia juga diperiksa karena diduga terkait dengan Gulen.


(WIL)