Terhenti karena Pneumonia, Clinton Janji Kembali Kampanye

Fajar Nugraha    •    Selasa, 13 Sep 2016 11:52 WIB
pemilu as
Terhenti karena Pneumonia, Clinton Janji Kembali Kampanye
Hillary Clinton siap kampanye lagi usai sakit (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton terpaksa menghentikan kampanye karena pneumonia atau paru-paru basah yang dideritanya. Tetapi kini Clinton berjanji untuk kembali melakukan kampanye.
 
Mantan Ibu Negara AS itu pun semangat kembali jelang kampanye pada Selasa 13 September. Ini dipicu ikut sertanya Presiden Barack Obama untuk memberikan dukungan kepadanya. Sementara suaminya, Bill Clinton, akan melakukan kampanye untuk di Las Vegas pada Rabu 14 September.
 
Menyusul kabar tidak sedap terkait status kesehatan Hillary, Partai Demokrat akan mengungkap catatan dan kesehatannya. Sebelumnya, mantan Menteri Luar Negeri AS itu tampak sempoyongan saat peringatan serangan 11 September.


Hillary Clinton di tengah pendukung (Foto: AFP)

 
Perempuan berusia 68 tahun itu yakin bahwa kesehatannya tidak bermasalah serius, seperti yang diutarkan lawan politiknya, Donald Trump.
 
"Saya tidak mengira ini akan menjadi masalah besar," ujar Clinton, seperti dikutip CNN, Selasa (13/9/2016).
 
"Ini hanya masalah di mana biasa terjadi pada Anda, khususnya jika Anda adalah orang yang sibuk, aktif dan terus beraktivitas," lanjutnya.
 
Mengenai insiden di mana dirinya hampir pingsan saat peringatan 9/11, Clinton mengaku sakit kepala dan sempat kehilangan keseimbangan selama satu menit. Saat itu pun dia berjanji akan kembali kampanye dalam waktu beberapa hari ke depan.
 
Insiden ini sendiri menjadi perhatian banyak pihak termasuk Donald Trump, yang merupakan calon Presiden AS dari Partai Republik. Trump pun mempertanyakan kondisi kesehatan Hillary untuk memimpin negara, meskipun pada akhirnya mendoakan Hillary untuk segera sembuh.
 
Tetapi Juru Bicara Clinton, Brian Fallon menegaskan bahwa tidak ada kondisi yang ditutupi. Pneumonia itu hanya imbas dari banyaknya aktivitas.
 
Hillary masih lebih transparan
 
Kondisi yang terjadi saat ini membuat pihak Republik menyerang Hillary melalui status kesehatan mereka. Mereka juga mempertanyakan diagnosis pneumonia yang baru dua hari diumumkan.
 
Tetapi banyak suara juga yang membela Hillary, seperti mantan Juru Bicara Presiden Obama, David Axelrod. Menurutnya pneumonia bisa diatasi dengan antibiotik. Dia justru mempertanyakan beberapa pihak yang tertutup dan justru menciptakan banyak masalah.
 
"Jika kami kurang cepat (memberikan pengumuman tentang status kesehatan), kami bertanggungjawab atas hal tersebut," tegas Hillary.
 
Dirinya pun bersikeras jauh lebih transparan dibandingkan dengan Trump. "Informasi yang ada saat ini, Donald Trump tidak bisa bersikap terbuka," pungkasnya.
 



(FJR)