Korban Penembakan di AS Tak Pernah Melapor ke KJRI Houston

Sonya Michaella    •    Kamis, 22 Sep 2016 11:53 WIB
penembakan as
Korban Penembakan di AS Tak Pernah Melapor ke KJRI Houston
Ilustrasi penembakan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar RI di Washington DC, Budi Bowoleksono menegaskan bahwa tewasnya salah seorang pemilik restoran asal Indonesia sedang ditangani oleh KJRI Houston.

Pasalnya, korban bernama Adrianus Michael Kusuma yang tewas ditembak di rumahnya di Spring, Texas, Amerika Serikat (AS) tak diketahui memegang warga negara Indonesia atau AS. Diketahui Adrianus tinggal di Spring sejak 2013.

"Masalah ini sedang ditangani KJRI Houston. Tapi dalam database KJRI, almarhum tak pernah melapor ke KJRI Houston," ungkap Dubes Budi ketika dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (22/9/2016).

Dubes Bowo melanjutkan bahwa KJRI Houston mendapatkan informasi lain di mana almarhum pernah melapor dan memperpanjang paspor di KJRI New York pada 2012.

"Belum dapat dipastikan apakah almarhum ini masih WNI dengan status permanent resident atau sudah jadi warga Amerika Serikat," lanjutnya.

Ia tak memungkiri, walaupun memegang paspor Indonesia, seorang WNI bisa menjadi permanent resident di AS. "Namun, tetap tanggung jawab kami bila memang masih WNI," tuturnya lagi.

Sedangkan, hingga kini KJRI Houston belum dapat dihubungi perihal kejadian ini.

Insiden nahas ini juga menimpa adik korban, yaitu Sebastian Kusuma yang menderita luka-luka. Diketahui, penembakan terjadi pada Minggu 18 September lalu sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

Dua orang memaksa masuk dan meminta uang kepada kakak beradik keturunan Indonesia yang mengelola usaha restoran tersebut.

"Seseorang telah mendengar suara tembakan. Kami pikir itu kembang api, tapi ternyata telah terjadi pembunuhan," ujar seorang tetangga.


(FJR)