AS Tolak Permintaan PBB untuk Cabut Embargo Kuba

Sonya Michaella    •    Kamis, 02 Nov 2017 11:16 WIB
as-kuba
AS Tolak Permintaan PBB untuk Cabut Embargo Kuba
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Amerika Serikat (AS) menolak resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa yang mendesak agar AS mencabut embargo ekonomi dan perdagangan terhadap Kuba.

Rancangan resolusi pencabutan embargo itu disetujui dalam pemungutan suara dengan angka 191-2. AS dan Israel merupakan hanya dua negara yang memberikan suara menentang.

Dalam pidato bernada keras yang disampaikannya di Majelis Umum menjelang pemungutan suara, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyalahkan Havana atas penerapan embargo.

"Untuk ke-25 kalinya dalam 26 tahun, Amerika Serikat akan menyatakan menolak resolusi ini," kata Haley, dikutip dari AFP, Kamis 2 November 2017.

Ia menuding Havana memanfaatkan pemungutan suara Majelis Umum setiap tahun "sebagai obyek bersinar untuk mengalihkan perhatian dunia dari kerusakan yang diakibatkannya terhadap rakyatnya sendiri serta pihak lainnya di Belahan Barat.

Menurut Haley, Majelis Umum tidak memiliki kekuasaan untuk mengakhiri embargo yang telah berlangsung berpuluh-puluh tahun terhadap Kuba itu.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parilla menyerang balik dengan mengatakan bahwa embargo yang diterapkan AS merupakan pelanggaran keji, besar-besaran dan sistematis terhadap hak-hak asasi manusia seluruh rakyat Kuba dan termasuk "suatu tindakan pembersihan etnis."

Tahun lalu, AS menyatakan abstain saat pemungutan suara serupa pada Majelis Umum. Haley menjelaskan bahwa posisi AS berubah karena terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru dan dirinya sebagai duta besar AS yang baru untuk PBB.

Dari April 2016 hingga Juni tahun ini, dampak embargo AS pada perdagangan luar negeri Kuba mencapai lebih dari USD4 miliar.

Keterbatasan penanaman asing serta sulitnya mendapatkan pinjaman untuk pembangunan berarti negara itu harus secara langsung mengalami kesulitan ekonomi serta dampak kemanusiaan terhadap rakyat Kuba.


(FJR)