AS-Meksiko Tingkatkan Kerja Sama Keamanan

Arpan Rahman    •    Sabtu, 03 Feb 2018 12:14 WIB
politik meksikodonald trumppemerintahan as
AS-Meksiko Tingkatkan Kerja Sama Keamanan
Menlu AS Rex Tillerson (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto di Mexico City, 2 Februari 2018. (Foto: AFP/HO/Mexican Presidency)

Mexico City: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menyatakan AS dan Meksiko berencana memperkuat kerja sama dalam perang melawan perdagangan narkoba. Pernyataan disampaikan Tillerson meski ada kekhawatiran terkait sikap Presiden Donald Trump terhadap Meksiko.

Hubungan AS-Meksiko merenggang akibat pernyataan Trump mengenai imigran Meksiko dan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Kedua negara juga bersitegang mengenai rencana pembangunan tembok perbatasan.

Sejumlah kritikus menilai Trump membahayakan hubungan AS dengan Meksiko, yang saling membutuhkan dalam berbagai isu, termasuk keamanan.

Dalam tur Amerika Latin ini, Tillerson dan Menlu Meksiko mencoba menurunkan ketegangan. 

"Kami telah menciptakan pendekatan berbeda mengenai bagaimana kita bekerja sama dalam menyerang keseluruhan rantai pasokan obat-obatan terlarang seperti kokain, heroin, fentanil, opioid," kata Tillerson usai jumpa bersama Menlu Meksiko Luis Videgaray dan Menlu Kanada Chrystia Freeland di Mexico City.

"Ini sangat berpengaruh pada warga Amerika, Meksiko, Kanada," tegasnya seperti dilansir AFP, Sabtu 3 Februari 2018.

Tembok Perbatasan

Pada Oktober, Trump mengumumkan krisis penggunaan opioid di tengah masyarakat AS sebagai darurat kesehatan nasional. Pengumuman disampaikan setelah overdosis obat-obatan seperti heroin dan fentanyl membunuh lebih dari 40.000 orang di AS pada 2016.

Videgaray mengatakan ketiga negara sepakat melakukan "penekanan khusus" terkait masalah narkoba. "Intinya adalah bekerja sama, bukan saling menyalahkan," kata Freeland.

Terkait rencana pembangunan tembok perbatasan Meksiko, Tillerson menyebut mendeportasi mereka yang tidak memenuhi syarat dokumen imigrasi sesuai dengan hukum AS. Itu harus dilakukan meski "menyakitkan" bagi beberapa orang, kata Tillerson.

Setelah bersama Videgaray, Tillerson kemudian bertemu Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Ia mengatakan mereka berdua sepakat agar hubungan bilateral harus tetap terjalin kuat.

Dari Meksiko, Tillerson terbang ke Argentina pada Jumat malam. Nantinya dia akan mengunjungi Peru, Kolombia, dan Jamaika.



(WIL)