Tiga Orang Tewas akibat Cuaca Ekstrem di Midwest

Arpan Rahman    •    Rabu, 30 Jan 2019 16:15 WIB
cuaca ekstremmusim dingin
Tiga Orang Tewas akibat Cuaca Ekstrem di Midwest
Warga menggunakan mantel tebal di tengah cuaca dingin di Chicago, AS, 2 Januari 2018. (Foto: AFP/Getty/SCOTT OLSON)

Chicago: Sedikitnya tiga orang meninggal dunia di tengah cuaca dingin ekstrem di wilayah Midwest, Amerika Serikat, Selasa 29 Januari 2019. Cuaca kali ini disebut-sebut sebagai yang terdingin dalam beberapa dekade terakhir di AS.

Kantor Sheriff Noble County di Indiana menyebut tiga korban meliputi dua orang yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas terkait cuaca buruk pada Senin malam. Sementara korban ketiga ditemukan meninggal dalam kondisi membeku di sebuah garasi di Milwaukee.

Seperti disitir dari laman UPI, Rabu 30 Januari 2019, sejumlah pakar meteorologi AS menyebut angin kutub akan membawa udara dingin ke beberapa negara bagian. Di beberapa wilayah, temperaturnya diprediksi akan memecahkan rekor terendah.

Di Chicago, temperatur turun drastis dari 34 derajat Fahrenheit (1,1 derajat Celcius) ke minus 16 derajat Celcius pada Selasa dini hari. Dari pantauan Weather.com, suhu di Chicago sempat mencapai -25 derajat Celcius pada Selasa pukul 04.00 subuh waktu setempat.

Peringatan angin dingin diterapkan untuk Illinois, Indiana dan Wisconsin. Badan Cuaca Nasional AS mengatakan temperatur di Minneapolis sempat turun hingga di bawah 0 derajat Fahrenheit (-17 derajat Celcius). 

Terdapat pula kemungkinan suhu akan mencapai titik yang sangat rendah hingga di bawah minus 30 derajat Fahrenheit. Terakhir kalinya Chicago dilanda suhu di bawah 20 derajat Fahrenheit adalah pada 1994. Suhu minus 30 derajat Fahrenheit sempat terjadi di Madison, Wisconsin, pada 1963.

Sejumlah sekolah di Chicago ditutup dan akan tetap seperti itu hingga Rabu 30 Januari. Sementara penutupan sekolah yang lebih lama lagi, hingga Kamis mendatang, dilakukan di Milwaukee.



(WIL)