FBI Selidiki Lima Benda Diduga Bom di New Jersey

Willy Haryono    •    Senin, 19 Sep 2016 18:08 WIB
ledakan new york
FBI Selidiki Lima Benda Diduga Bom di New Jersey
Polisi berada di lokasi penemuan lima benda diduga bom di sebuah stasiun kereta api di Elizabeth, New Jersey, AS, 19 September 2016. (Foto: Jessica Remo/NJ Advance Media)

Metrotvnews.com, New Jersey: Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI menyelidiki lima benda diduga bom yang ditemukan di sebuah stasiun kereta di kota Elizabeth, New Jersey. Kelimanya ditemukan dalam sebuah tas ransel.

Salah satu benda tersebut meledak saat robot yang dikendalikan dari jarak jauh mencoba menjinakkannya. 

Wali Kota Elizabeth, Christian Bollwage, mengatakan salah satu benda diduga bom itu meledak pada Senin (19/9/2016), sekitar pukul 12.30 dini hari waktu setempat. FBI memimpin penyelidikan dan berusaha menjinakkan empat benda diduga bom lainnya. 

"Robot memotong sebuah kabel dan benda itu meledak. Saya tidak mengerti aspek teknisnya. Saya tahu ada empat benda lainnya. Saya tidak tahu benda itu terbuat dari apa, namun semua akan ditangani oleh FBI," ujar Bollwage kepada CNN

"Berdasarkan kencangnya suara, saya rasa orang-orang akan terluka parah jika berada di dekat benda tersebut," kata Bollwage kepada NBC.

Tidak ada orang yang terluka dalam peledakan benda diduga bom di Elizabeth. Bollwage menyebut empat benda lainnya akan diledakkan. 

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, Badan Transportasi New Jersey Transit membekukan aktivitas penerbangan antara bandara Newark Liberty dengan Elizabeth. Sedangkan kereta api Amtrak tujuan New Jersey untuk sementara ditahan di stasiun New York Penn. 

Lima orang ditahan atas ledakan yang melukai 29 orang di distrik Chelsea, Manhattan, New York pada Sabtu

Menurut media lokal AS, dengan mengutip beberapa pejabat terkait, melaporkan bahwa bom yang meledak di Chelsea sama dengan peristiwa Boston pada 2013. Bom itu berupa alat peledak rakitan berbentuk panci yang menggunakan telepon genggam serta rangkaian lampu sebagai detonatornya. 

Dari 29 korban ledakan di Chelsea, hampir seluruhnya tidak mengalami luka serius. Tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.


(WIL)