Melalui Program Fulbright, Pelajar Indonesia Mampu Beri Inspirasi

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Nov 2017 15:02 WIB
indonesia-as
Melalui Program Fulbright, Pelajar Indonesia Mampu Beri Inspirasi
Program beasiswa Fulbright merupakan wadah yang dapat memperkuat hubungan dua negara (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu bidang kerja sama untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dua negara adalah pendidikan. Karenanya, Amerika Serikat (AS) memberikan program beasiswa Fulbright untuk mempererat kerja sama people-to-people dengan negara-negara sahabat, salah satunya Indonesia.
 
Fulbright sendiri telah hadir di Indonesia sejak 1952 silam. Karenanya, tahun ini diperingati sebagai hari jadi ke-65 Fulbright di Indonesia. Selama 65 tahun ini, lebih dari 3.000 pelajar Indonesia diberikan kesempatan belajar, mengajar dan melakukan penelitian di AS.
 
"Fulbright diusulkan sejak 1946, dan baru pada 1952 Fulbright hadir di Indonesia. Alumni pertama Fulbright di Indonesia adalah H. Agus Salim, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia," ujar Alan Feinstein, Direktur Eksekutif American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), saat ditemui di Restoran Senyuman Indonesia, Jakarta, Selasa 7 November 2017.
 
Alan yang fasih berbahasa Jawa ini menuturkan para alumni Fulbright membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, co-founder SabangMerauke, lembaga pertukaran pelajar Indonesia.
 
Sementara itu, Juru Bicara Kedutaan AS di Indonesia Rakesh Surampudi mengatakan program beasiswa Fulbright merupakan wadah yang dapat memperkuat hubungan dua negara. Dia menuturkan bahwa penerima beasiswa Fulbright merupakan seorang pencerita.
 
"Mereka bisa menjadi stroy teller bagi orang-orang yang mereka ajarkan atau mereka temui di negara asalnya. Bagaimana kehidupan mereka di AS bisa menginspirasi orang lain untuk saling belajar," ungkapnya.
 
Di Indonesia, beasiswa Fulbright dikelola oleh AMINEF. Kini, AMINEF sudah mengirim sekitar 80 hingga 100 warga Indonesia ke AS setiap tahunnya. Jumlah ini, ujar Alan, merupakan salah satu yang terbesar di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
 
Pendanaan Fulbright sendiri berasal dari Kongres AS melalui alokasi tahunan ke Kementerian Luar Negeri AS biro urusan pendidikan dan kebudayaan.
 
Program Fulbright diusulkan ke Kongres AS pada 1946 oleh Senator J. William Fulbright. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman bersama antara warga AS dengan warga negara lainnya.


(FJR)