Tim Debat Indonesia Unjuk Kemampuan dalam Ajang Dunia

Fajar Nugraha    •    Selasa, 09 Jan 2018 22:12 WIB
pendidikan
Tim Debat Indonesia Unjuk Kemampuan dalam Ajang Dunia
Mahasiswa Indonesia unjuk kemampuan dalam berdebat tingkat dunia di Meksiko (Foto: Dok.KBRI Meksiko).

Meksiko City: Ajang debat antar universitas tingkat dunia, diikuti oleh tim debat Indonesia. Prestasi mereka yang mencapai final patut diacungi jempol.
 
"Meski Tim Debat Indonesia tidak berhasil menyabet juara, prestasi mereka sangat membanggakan. Mewakili masyarakat Indonesia di Meksiko, saya bangga melihat bendera Merah Putih dikibarkan di babak final," ujar Duta Besar Indonesia untuk Meksiko Yusra Khan, dalam keterangan tertulis KBRI Meksiko yang diterima Medcom.id, Selasa 9 Januari 2018. 
 
"Bangga mengetahui beberapa mahasiswa pendebat (debater) Indonesia diakui terbaik di kelasnya. Partisipasi mereka dalam debat kompetitif ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mumpuni untuk berpandangan kritis namun sekaligus bertanggung jawab atas pendapatnya," imbuh Dubes Yusra.
 
Tim Debat Indonesia sejak tahun 2006 telah mengikuti World Universities Debating Championship (WUDC). Pada gelaran WUDC 2018 kali ini diadakan di Teatro de la Ciudad Esperanza Iris, Mexico City pada Rabu 3 Januari.
 
Sementara tim Indonesia yang berasal dari Universitas Bina Nusantara berlaga dalam babak final. Pada penyelenggaraan ke-38 di Mexico City ini, tim Debat Indonesia kembali mengikuti ajang kompetisi debat bergengsi antar universitas yang mempertemukan sekitar 315 tim terbaik dari 61 negara dari berbagai universitas di seluruh dunia. 
 
Indonesia mengirimkan 13 tim yang terdiri dari 26 peserta dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Padjajaran, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Brawijaya. Partisipasi mereka didukung oleh pendamping dari Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI.
 
Bertempat di Universidad Tecnológico de Monterrey kampus Sante Fe dan Club de Banqueros de México, Tim Debat Indonesia bertanding dalam ajang yang tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi berbahasa Inggris tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan wawasan internasional. 
 
"Para debater dituntut mampu menguasai segala macam topik debat. Topik debat yang diberikan beragam dan karenanya para debater harus banyak membaca. Selain itu, serapan informasi harus mampu distrukturkan menjadi bangunan argumen yang persuasif dan kuat," demikian dijelaskan Rachmad Nurcahyo, Dosen pada Universitas Negeri Yogyakarta, yang bertugas mewakili Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dalam tim. Sejak tahun 2009, Kemristekdikti RI mulai berperan aktif dalam memfasilitasi tim debat terbaik Indonesia dari seleksi nasional untuk berlaga di WUDC.
 
Dengan menggunakan sistem British Parliamentary, dalam WUDC 2018 yang berlangsung pada 27 Desember 2017 hingga 4 Januari 2018 ini dipertandingkan debat untuk tiga kategori, yaitu English as a Primary Language (EPL), English as a second Language (ESL), dan English as a Foreign Language (EFL). Satu Tim Debat Indonesia, yaitu Tim UI-A yang terdiri dari Regina Cara Riantoputra dan Alif Azhadi Taufik, masuk dalam kategori ESL. Sementara tim lainnya masuk dalam kategori EFL. 
 
Meski tidak menang di salah satu kategori tersebut, prestasi debater muda Indonesia sangat mengembirakan. Menurut Nur Rifai Akhsan, yang juga wakil Kemristekdikti RI dalam tim, Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara yang ‘hanya ikut’ saja dalam WUDC. 
 
"Setiap tahun, Indonesia selalu memperoleh anugerah penghargaan WUDC. Dalam WUDC 2018, Regina Cara Riantoputra (Tim UI-A) terpilih masuk dalam Top Ten ESL Best Speaker, Dhanny Lazuardi Ramadhan (Tim UGM) terpilih sebagai EFL Best Speaker ke-2, dan Noel Hasintongan (Tim UGM) sebagai EFL Best Speaker ke-4," menurut keterangan Nur Rifai Akhsan dari Universitas Ahmad Dahlan.
 
Akhsan menambahkan, dalam WUDC 2018, Tim UI-A dan dan Tim UGM berhasil berlaga sampai ke Babak Perempat Final ESL, Tim UI-B, Tim UI-D, dan Tim ITS berhasil masuk ke babak Semi Final EFL, dan Tim Binus masuk ke Babak Final EFL. Hal ini membanggakan sekaligus menjadi tantangan untuk tahun-tahun berikutnya.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA