Terpaan Badai Irma dapat Memperparah Kondisi Warga Florida

Arpan Rahman    •    Sabtu, 09 Sep 2017 16:05 WIB
topan badai
Terpaan Badai Irma dapat Memperparah Kondisi Warga Florida
Warga Florida mengungsi jelang hantaman Badai Irma (Foto: AFP).

 Metrotvnews.com, Florida: Bahaya terbesar bagi kehidupan dan harta benda dari terpaan Badai Irma bisa berasal dari gelombang badai yang meluapkan air laut ke daratan. 
 
Tumpahan itu menggulingkan rumah, mengisolasi penduduk yang tidak sempat mengungsi, menambah parah ancaman yang akan segera terjadi. Pusat Badai Nasional (NHC) Amerika Serikat (AS) memperingatkan itu semua.
 
Gelombang badai terjadi saat angin kencang mendorong ombak samudera ke darat, dan ini merupakan ciri destruktif dari banyak badai dan topan, termasuk Badai Harvey di Texas bulan lalu. Lonjakan Irma bisa setinggi 3,6 meter di wilayah pantai Florida. Alun gelombang diperkirakan naik dan turun di pantai Atlantik dan negara bagian Teluk, menurut NHC, pada Jumat 8 September.
 
Lonjakan badai yang paling parah diproyeksikan untuk wilayah pesisir Florida selatan dari 322 km di selatan Fort Myers. Sementara Florida Keys juga diperkirakan mengalami gejolak yang signifikan.
 
 
Meluapnya laut bisa menyebabkan korban jiwa dari orang-orang yang tidak sempat mengungsi, spesialis topan NHC Jamie Rhome mengatakan.
 
"Kami mengungsi karena badai, bukan angin," kata Rhome. "Orang tidak memahami airnya. Anda tidak bisa keluar dan berenang menjauh. Ada gelombang di atasnya, juga puing di bawahnya. Pergilah dengan cepat," cetusnya.
 
Pusat topan meramalkan bahwa gelombang badai bisa menjadi yang paling dramatis di wilayah Miami dan di wilayah Collier, Monroe, dan Lee. Semuanya dapat disapu gelombang yang lebih tinggi dari 2,7 meter di atas permukaan tanah. Lonjakan badai bisa terlihat hingga 16 km di daratan di beberapa daerah, dengan kedalaman air dangkal dari pantai, kata NHC.
 
Puluhan lokasi di sepanjang pantai Florida di mana permukaan laut telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir karena perubahan iklim, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan bahwa kecepatannya meningkat.
 
"Hembusan Irma bisa beberapa inci lebih tinggi di beberapa daerah yang sudah mengalami kenaikan permukaan air laut," kata Rhome.
 
Dia menambahkan bahwa kenaikan permukaan laut tetap merupakan ancaman jangka panjang bagi warga Florida. Sementara ancaman gelombang bencana yang diciptakan oleh Irma adalah "sebuah krisis jangka pendek di depan mata."
 
Kepala Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) Brock Long mengatakan, pada Jumat, bahwa Irma akan memiliki dampak yang 'menghancurkan' terhadap negara bagian ini. Kecamuknya kemungkinan dimulai sebelum badai mendarat.
 
Kondisi di beberapa bagian pesisir Florida membuatnya jadi ideal untuk gelombang badai yang dahsyat, kata Stephen Leatherman, profesor di Fakultas Bumi dan Lingkungan Florida International University.
 
 
Amuk badai bisa sangat parah di mana air lepas pantai menjadi dangkal dan geografi tanah menciptakan "efek corong" yang memaksa air bergelombang menjadi lebih tinggi, kata Leatherman. Kondisi tersebut tampak di kawasan seperti Biscayne Bay, yang berada di dekat Miami dan sangat rentan terhadap gelombang badai, katanya.
 
Kondisi serupa terbukti malapetaka di New York dan New Jersey tatkala Badai Super Sandy pada 2012. Beberapa daerah di utara New Jersey dan New York City dibanjiri lebih dari 2,1 meter air dari badai, menurut Badan Cuaca Nasional (NWS). Musim panas ini, Badai Harvey membawa gelombang badai lebih tinggi dari tiga meter ke beberapa wilayah di pantai Texas tengah, kata petugas cuaca.
 
Harvey bukan satu-satunya peristiwa badai besar bagi Houston karena banyak kerusakan berasal dari angin, hujan, dan banjir, kata Philip Bedient, profesor teknik sipil dan lingkungan di Rice University. Hantaman dari Irma bisa berpotensi jauh lebih buruk, "sebuah topan monster," untuk Miami, katanya seperti disitir Associated Press, Sabtu 9 September 2017.
 
Irma bisa lebih dahsyat dan lebih merusak daripada badai besar sebelumnya. Menerpa sampai ke pedalaman, mengganggu jaringan kabel rumah, dan menyebabkan kebakaran, kata Leatherman.
 
Badai juga berpotensi merusak lingkungan yang cukup besar di Everglades yang rapuh, yang sebagiannya masih belum pulih dari Badai Andrew pada 1992, katanya.
 
Erosi pantai diperkirakan terjadi di sepanjang pantai Florida, namun Rhome dari pusat badai mengatakan ada ancaman besar bagi penduduk pesisir.
 
"Anda berbicara tentang komunitas dan daerah yang tergenang air asin," katanya. "Erosi pantai adalah yang paling tidak dihiraukan mereka saat ini," pungkasnya.

 

 
(FJR)