Badai Irma

Minimnya Bahan Bakar Mulai Persulit Evakuasi Warga Florida

Arpan Rahman    •    Sabtu, 09 Sep 2017 14:21 WIB
topan badai
Minimnya Bahan Bakar Mulai Persulit Evakuasi Warga Florida
Warga Florida melakukan evakuasi menjelang terjangan Badai Irma (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Florida: Para pemilik toko melompati jendela dan keluarga mereka keluar dari rumah untuk bergabung dalam eksodus massal, pada Jumat 8 September. Seiring waktu Badai Irma bertiup ke arah Florida, Amerika Serikat (AS), setelah berarak mematikan melintasi Karibia.
 
Memperingatkan Badai Irma akan lebih buruk daripada Badai Andrew, yang menewaskan 65 orang pada 1992, Gubernur Florida berkata 20,6 juta seluruh penduduk negara bagian tersebut harus siap dievakuasi.
 
 
Lalu lintas padat mengular ke utara dari semenanjung. Kasur, tabung gas, dan perahu kayak diikat di atap mobil saat para penduduk mengindahkan peringatan yang terus mendesak agar mengungsi.
 
"Ini sungguh nyata seperti adanya," bunyi sebuah peringatan yang diposting oleh Badan Cuaca Nasional (NWS) untuk Key West -- salah satu lembah dataran rendah di South Florida yang akan menjadi lokasi pertama diamuk Irma, pada Sabtu malam 9 September.
 
"Tiada tempat di kawasan Florida yang akan aman. Anda masih punya waktu untuk pindah," imbuh peringatan itu.
 
Di North of the Keys, di Miami Beach, Orlando Reyes, seorang warga keturunan Kuba-Amerika berusia 82 tahun, harus meninggalkan fasilitas bantuannya setiap saat.
 
"Benar-benar menakutkan," katanya kepada AFP di sebuah tempat penampungan di Miami. "Kami harus pergi tanpa sepeser uang pun, tidak mandi, atau membawa apapun," cetusnya.
 
Presiden Donald Trump memperingatkan warga di jalur Badai Irma bahwa mereka menghadapi ancaman "proporsi epik, mungkin lebih besar dari yang pernah kita lihat."
 
"Tetaplah berlindung dan pergi dari tempatmu, bila mungkin," dia mencuit seperti dilansir AFP, Sabtu 9 September 2017.
 
Mengamuk di seantero Karibia, badai monster tersebut menewaskan setidaknya 17 orang tatkala menyapu sejumlah pulau kecil seperti Saint Barthelemy dan Saint Martin. Di sana, 60 persen rumah hancur dan tiupan dahsyatnya telah berhembus sebelum melanda Kepulauan Virgin dan Puerto Riko.
 
"Rumah-rumah dihancurkan, bandara tidak beroperasi, tiang telepon dan tiang listrik rubuh di tanah," ucap Olivier Toussaint, penduduk Saint Barthelemy, kepada AFP
 
"Mobil-mobil terbalik. Kapal-kapal karam di marina, toko-toko rusak," pungkasnya.
 
Irma semalam diturunkan dari badai Kategori Lima yang langka ke Kategori Empat yang tergolong masih mematikan. Tornado terus menderu, angin yang sangat berbahaya secepat 240 kilometer per jam.
 
Bahkan saat Irma berarak ke arah Florida, ahli meteorologi memantau dua badai lainnya: Jose -- badai Kategori Empat menyusul jalur Irma di Atlantik -- dan Badai Katia menyapu Meksiko, pada Jumat.
 
Bantuan Karibia terganggu
 
Badai Jose juga berkecamuk. Operasi darurat di Karibia -- karena cuaca yang memburuk -- mencegah kapal berlayar, meninggalkan pasokan bantuan dan pesawat tetap berlabuh di landasan.
 
Angin kencang Irma, pada Jumat, mulai mencambuk kawasan timur dan tengah Kuba. Hampir satu juta orang meninggalkan rumah mereka untuk tinggal dengan keluarga atau di tempat penampungan resmi.
 
Sebagai pulau terbesar di Karibia, Kuba telah mengevakuasi 10.000 turis asing dari resor pantai. Di samping menaikkan tingkat siaga bencana setinggi-tingginya saat Irma mendekat. Havana diperkirakan akan terhindar dari yang terburuk, namun tetap siaga badai.
 
Di Florida, prakirawan cuaca memperingatkan gelombang badai hingga hampir delapan meter, lebih dari setengah juta orang menghadapi perintah evakuasi wajib. Memicu eksodus massal yang dipersulit oleh kemacetan lalu lintas dan kekurangan bahan bakar.
 
Miami Beach yang biasanya ramai jadi sepi dan etalase ditutup dengan kayu lapis, beberapa grafiti dipasang terbaca: "Katakan tidak pada Irma" atau "Anda tidak bisa  menakut-nakuti kami, Irma."
 
"Tidak ada yang siap menghadapi gelombang badai, mereka bisa menghancurkan segalanya," kata David Wallack, pemilik klub salsa, berusia 67 tahun. Ia melakukan yang terbaik demi mengamankan propertinya di kota Ocean Drive.
 
"Kami hanya bisa berdoa untuk yang terbaik. Anda memasukkan semua apa yang Anda bisa dalam sebuah koper teriring harapan," desahnya.
 
Mobil-mobil polisi merayap menyusuri jalan-jalan pesisir Pantai West Palm di Florida, sambil berkumandang: "Perhatian, perhatian, ini adalah zona evakuasi wajib, tolong evakuasi."
 
Di negara bagian tetangga Georgia, Gubernur Nathan Deal juga memerintahkan evakuasi wajib di kota Savannah, berpopulasi 150.000, dan daerah pesisir lainnya.
 
Menurut Pusat Badai Nasional (NHC) yang berbasis di Miami, Irma diperkirakan akan menyerang Florida Keys pada Sabtu malam sebelum menggeram ke pedalaman.
 
Kuat dan mematikan
 
Pukul 5 sore waktu setempat Jumat, badai tersebut berada di ujung utara Kuba dan Bahama tengah, menuju ke barat sekitar 19 km per jam.
 
"Badai sangat dahsyat dan mematikan," kata Gubernur Florida Rick Scott.
 
"Jangan abaikan perintah evakuasi. Semua warga Florida harus bersiap untuk segera dievakuasi," perintah Scott.
 
"Ingat, kita bisa membangun kembali rumah Anda, kita tidak bisa menghidupkan kembali nyawa Anda," camnya.
 
Militer AS memobilisasi ribuan tentara dan mengerahkan beberapa kapal besar, pada Jumat, guna memberi evakuasi dan bantuan kemanusiaan. Di saat itu, Angkatan Udara memindahkan sejumlah pesawat dari Amerika Serikat bagian selatan.
 
Di Karibia, angin kencang mengoyak atap dan fasad dari bangunan, melemparkan lempengan beton, mobil, dan bahkan menggulingkan kontainer.
 
Sedikitnya dua orang tewas di Puerto Riko, dan lebih dari setengah dari tiga juta penduduknya hidup tanpa listrik setelah sungai-sungai meluap di tengah dan utara pulau itu.
 
Empat orang lainnya terbunuh di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, sejumlah orang yang terluka parah diterbangkan ke Puerto Riko.
 
Satu orang meninggal di Pulau Barbuda kecil di mana 30 persen properti porak-poranda dan 300 orang telah dievakuasi ke Antigua.
 
Prancis mengatakan setidaknya sembilan orang kehilangan nyawa di wilayah Karibia, tujuh lainnya hilang. Ada 112 orang luka-luka, dua parah.
 
Di St Martin bagian Belanda, satu orang meninggal, kata beberapa pejabat. Di barat laut Haiti, seorang pengendara motor hilang sesudah berupaya menyeberangi sungai yang banjir dan sejumlah jalan penuh genangan.
 
Negara-negara Eropa dengan cepat memobilisasi bantuan bagi warganya di Karibia. Prancis dan Belanda memerintahkan ratusan polisi ke San Martin buat mengatasi wabah penjarahan di tengah kekurangan pangan, air, dan bensin.
 
Pemerintah Prancis mengatakan, 400 petugas polisi akan ditempatkan menyusul wabah "penjarahan" di St. Martin. Di sana, sebagian besar dari 80.000 penduduk kehilangan rumah mereka.



(FJR)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA