Angkatan Laut AS Pecat Komandan Armada Ketujuh Setelah Tabrakan Kapal

Arpan Rahman    •    Rabu, 23 Aug 2017 17:17 WIB
tabrakan kapal
Angkatan Laut AS Pecat Komandan Armada Ketujuh Setelah Tabrakan Kapal
Kapal perang AS USS John McCain yang tabrakan dengan kapal tanker (Foto: The Straits Times).

Metrotvnews.com, Tokyo: Komandan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) akan dibebaskan dari tugasnya setelah sebuah tabrakan mematikan antara kapal perusak dan sebuah kapal tanker di Singapura. 
 
Insiden ini menjadi rentetan dari serangkaian kecelakaan, kata seorang pejabat pertahanan AS, pada Selasa 22 Agustus 2017.
 
Keputusan untuk memecat Laksamana Madya Joseph Aucoin dari jabatannya di Jepang muncul saat AL AS melakukan penyelidikan global armadanya secara luas menyusul insiden, Senin 21 Agustus, yang melibatkan USS John S. McCain. Akibatnya menyebabkan 10 pelaut hilang dan lima lainnya cedera.
 
 
Armada Ketujuh, yang terdiri gabungan kapal, kapal selam, dan pesawat terbang, adalah inti dari kehadiran militer AS di Asia. Keberadaannya melakukan misi sensitif seperti operasi di Laut Cina Selatan dan di sekitar semenanjung Korea.
 
Laksamana Aucoin menjadi komandan armada sejak September 2015 dan sudah berdinas di angkatan laut sejak 1980.
 
Kecelakaan Senin merupakan tabrakan fatal kedua dalam dua bulan -- setelah kapal USS Fitzgerald bertabrakan dengan sebuah kapal kargo di Jepang pada Juni, menyebabkan tujuh pelaut tewas. Juga menjadi kecelakaan keempat di Pasifik, tahun ini, yang melibatkan sebuah kapal perang Amerika.
 
Insiden tersebut memicu kekhawatiran bahwa Angkatan Laut AS akan mendapat kendala di Asia Timur tatkala menangani kebandelan China dan ambisi nuklir Korea Utara.
 
Kecelakaan terakhir terjadi sebelum fajar di jalur pelayaran yang sibuk di sekitar Selat Singapura. Imbasnya lubang menganga di lambung kapal perang dan kapal pun pecah kebanjiran air.
 
Sebuah pencarian besar-besaran yang melibatkan pesawat terbang dan kapal induk diluncurkan. Para penyelam Angkatan Laut AS turut bergabung dalam perburuan, Selasa. Mereka menjelajahi kompartemen yang banjir di kapal tersebut.
 
Para penyelam sudah menemukan mayat beberapa pelaut, Admiral Scott Swift, komandan Armada Pasifik AS, mengatakan tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Selasa.
 
Pencarian utama
 
Otoritas Malaysia, yang mengerahkan 10 kapal dan dua helikopter guna pencarian, juga mengatakan bahwa mereka menemukan sesosok mayat dan sebuah helikopter Angkatan Laut AS mengangkutnya, pada Rabu 23 Agustus.
 
Lima negara -- AS, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Australia -- sekarang terlibat dalam pencarian seluas sekitar 2.600 kilometer persegi perairan.
 
McCain sedang menuju pelabuhan rutinnya di Singapura sesudah melakukan "operasi navigasi bebas" di Laut Tiongkok yang disengketakan, pada awal Agustus. Penjelajahan itu memicu reaksi marah dari Beijing.
 
Pada Senin, Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana John Richardson memerintahkan komandan dalam waktu sepekan supaya menyisihkan waktu, mungkin "satu atau dua hari," agar seluruh awak kapal duduk bersama buat berdiskusi.
 
Sebuah "tinjauan menyeluruh" tentang praktik maritim juga akan dibahas.
 
Laksamana tidak mengesampingkan beberapa jenis gangguan luar atau serangan siber yang berada di balik tabrakan kapal terbaru. Namun mengatakan bahwa dia tidak berpeluang melakukan penyelidikan. Ucapannya yang lebih luas menyarankan sebuah fokus pada "bagaimana kita bekerja di atas jembatan."
 
Kapal yang rusak dinamai dari ayah dan kakek John McCain, Senator AS, yang sama-sama laksamana di angkatan laut AS.
 
Kapal tanker yang terlibat dalam tabrakan tersebut, digunakan untuk mengangkut minyak dan bahan kimia, berbobot kotor lebih dari 30.000 ton. Mengalami beberapa kerusakan, namun tidak seorang pun awaknya terluka dan tidak ada kebocoran minyaknya menumpahi perairan Selat Singapura.



(FJR)