Trump Ingin Bertemu Kim Jong-un di Gedung Perdamaian Korsel

Sonya Michaella    •    Selasa, 01 May 2018 01:12 WIB
amerika serikatkorsel-korut
Trump Ingin Bertemu Kim Jong-un di Gedung Perdamaian Korsel
Gedung Perdamaian di Desa Panmunjom, Zona Demiliterisasi. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dilaksanakan di Gedung Perdamaian, yang terletak di perbatasan Korsel-Korut.

Gedung Perdamaian ini juga menjadi tempat pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in pada 27 April kemarin. Gedung ini terletak di Zona Demiliterisasi dan masih di bawah yuridiksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Banyak negara sedang dipertimbangan untuk pertemuan ini. Tapi apakah Gedung Perdamaian sangat cocok daripada negara pihak ketiga? Saya hanya bertanya!" tulis Trump di akun Twitter pribadinya, Selasa 1 Mei 2018.

Trump telah menegaskan dirinya segera bertemu dengan Kim Jong-un dalam tiga sampai empat pekan ke depan.

Baca juga: Indonesia Mendukung Perdamaian Korsel dan Korut

"Ini akan menjadi pertmeuan yang sangat penting, denuklirisasi Semenanjung Korea," ucap Trump dalam sebuah acara di Washington, Michigan.

"Tapi kita lihat bagaimana perkembangannya. Saya mungkin datang, tapi mungkin tidak berhasil, dan saya akan pergi," tambah dia.

Tanggal pasti pertemuan belum diumumkan, begitu juga dengan lokasinya. Sejumlah sumber menyebut lokasi akhir yang dipertimbangkan ada dua: Mongolia atau Singapura. 

Bahkan, Indonesia pun menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan Trump dan Kim. Hal ini diutarakan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saat menerima Dubes Korsel dan Dubes Korut di Istana Merdeka, hari ini.

Baca juga: Jokowi Tawarkan Pertemuan Kim Jong Un dan Trump di Indonesia

"Kami menawarkan, apabila ada rencana pertemuan antara Presiden Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, kami juga tawarkan," ujar Presiden Jokowi. 

Jokowi menyampaikan penawaran saat bertemu Dubes Korut untuk Indonesia An Kwang Il. Ia belum tahu apakah penawaran diterima atau tidak. An Kwang Il segera menyampaikan penawaran itu kepada pimpinannya di Korut.



(AGA)