Warga AS Tewas dalam Kerusuhan Politik di Nikaragua

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Jun 2018 14:26 WIB
nikaragua
Warga AS Tewas dalam Kerusuhan Politik di Nikaragua
Demonstran anti-pemerintah berlindung di balik barikade di Managua, Nikaragua, 31 Mei 2018. (Foto: AFP/DIANA ULLOA)

Managua: Sedikitnya enam orang, termasuk satu asal Amerika Serikat, tewas dalam kerusuhan politik di Nikaragua yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan lalu.

Selain satu warga AS, korban tewas lainnya adalah remaja berusia 15 tahun dan seorang sepolisi.

Menurut Asosiasi Perlindungan Hak Asasi Manusia Nikaragua (ANPDH), warga AS berusia 48 tahun itu tewas dibunuh massa pro pemerintah di Managua. 

Sementara kepolisian Nikaragua menyebut kematian warga AS itu diakibatkan aksi demonstran anti-pemerintah.

Duta Besar AS untuk Nikaragua Laura Dogu mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban. "Kematian warga AS adalah masalah yang sangat besar bagi kedutaan kami," tulis dia di Twitter, seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu 3 Juni 2018.

Para pengunjuk rasa mendirikan barikade di beberapa kota. Mereka mengaku membuatnya demi melindungi diri dari polisi dan massa pro pemerintah.

Uskup Katolik Roma di Managua, Silvio Baez, meminta warga di Masaya untuk tetap berada di dalam rumah. Ia juga mengingatkan para pedemo mengenai ancaman dari penembak jitu.

Kepolisian Nikaragua melaporkan terjadinya penjarahan, kebakaran dan kerusuhan di beberapa kota, termasuk Masaya dan Managua, sejak Jumat hingga Sabtu.

Unjuk rasa di Nikaragua dipicu rencana pemerintah melakukan reformasi pensiun. Meski rencana tersebut sudah ditunda, namun aksi protes tetap berlanjut dan meluas menjadi penentangan penuh terhadap pemerintah.


(WIL)