AS: Pakistan Harus Bertindak untuk Hentikan Terorisme

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 03 Jan 2018 14:44 WIB
amerika serikatpakistan
AS: Pakistan Harus Bertindak untuk Hentikan Terorisme
Presiden AS Donald Trump ancam potong bantuan dana pada negara pendukung teroris, salah satunya Pakistan (Foto: AFP).

Washington: Amerika Serikat (AS) mengatakan Pakistan harus bertindak memerangi terorisme jika ingin mendapatkan kembali bantuan dari Negeri Paman Sam.
 
AS menuding Pakistan memainkan peran ganda dalam memerangi terorisme. "Mereka dapat berbuat lebih banyak untuk menghentikan terorisme dan kami ingin mereka melakukan itu," ujar Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dilansir dari laman Channel News Asia, Rabu 3 Januari 2018.
 
Gedung Putih mengatakan kemungkinan untuk mengumumkan tindakan menekan Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley, sebelumnya menyebutkan Washington akan menahan bantuan sebesar USD255 juta (setara Rp3,4 triliun).
 
"Ada alasan yang jelas untuk ini. Pakistan telah memainkan permainan ganda selama bertahun-tahun. Kami berharap akan ada lebih banyak kerja sama dari Pakistan dalam memerangi terorisme," ucapnya.
 
Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan terhadap negara-negara yang menjadi tempat bagi teroris. Salah satu negara yang diancam Trump adalah Pakistan.
Trump menyatakan ancaman itu Lewat unggahan di akun twitternya. Hal ini mendapat respons cepat dan tegas dari Pakistan yang mengatakan telah berbuat banyak untuk AS.
 
"Amerika Serikat telah dengan bodohnya memberi Pakistan lebih dari USD33 miliar bantuan selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberikan kita apa-apa selain kebohongan dan kebohongan," ujar Trump.
 
"Mereka telah memberikan tempat aman bagi teroris yang kita cari di Afghanistan dan hanya memberi sedikit bantuan. Tidak ada lagi!" sambungnya.
 
Desember 2017, Trump sudah mengisyaratkan bahwa dia dapat memotong bantuan tersebut. Ancaman ini kembali dilakukan Trump.
 
Menteri Luar Negeri Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menanggapi ocehan Trump tersebut dengan marah. Lewat televisi lokal berbahasa Urdu, Asif mengatakan telah membantu AS untuk bergerak melawan teroris di kawasan Asia Selatan tersebut, dengan memberikan kebebasan AS untuk berkomunikasi di darat, udara dan laut.



(FJR)