Penguatan Multilateral Jadi Solusi Atasi Ketegangan Dunia

   •    Minggu, 02 Dec 2018 16:00 WIB
ktt g20
Penguatan Multilateral Jadi Solusi Atasi Ketegangan Dunia
Wapres Jusuf Kalla dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. (Foto: Kemenlu RI)

Buenos Aires: Di hari kedua KTT G20, Sabtu 1 Desember 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan di hadapan para Kepala Negara G20 dan Pimpinan Organisasi Internasional untuk kembali dengan komitmen bersama mewujudkan kemitraan multilateral yang kuat.

Pandangan Indonesia tersebut senada dengan sebagian besar negara G20 lainnya yang menginginkan kondisi global yang kondusif untuk memperbaiki pertumbuhan pembangunan menyeluruh.

"Pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim adalah dua isu global yang terkait erat dan perlu diatasi secara bersama-sama," jelas Kalla yang ditunjuk sebagai pembicara utama (lead speaker) dengan tema Building Consensus, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

KTT G20 berakhir dengan sebuah Deklarasi (G20 Leaders’ Declaration Building Consensus for Fair and Sustainable Development). Deklarasi ini merupakan hasil negosiasi alot yang dilakukan secara maraton dan intensif sejak sepekan lalu oleh tim negosiator sherpa dan finance-track G20.

Deklarasi yang akhirnya dapat diselesaikan di penghujung KTT memuat isu-isu penting yang memerlukan tindakan secara bersama di tingkat global. 

Beberapa isu penting dimaksud di antaranya perdagangan internasional yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi global; kerja sama multilateral berdasarkan rules-based international order; sistem keuangan international yang stabil; penanganan masalah migrasi dan pengungsi; perubahan iklim; ketahanan pertanian dan energi; digitalisasi ekonomi yang dapat mendukung pemerataan pembangunan dan keuangan inklusif; hingga isu-isu terkait penanganan anti korupsi; dan usaha menghentikan pengaliran dana terkait terorisme maupun kejahatan lainnya.

Indonesia berhasil memasukkan dalam deklarasi isu yang menjadi kepentingan dan prioritas, di antaranya pengembangan inovasi keuangan melalui bisnis model dengan digitalisasi ekonomi dan isu referensi energi terbarukan.

"Indonesia mendesak negara-negara G20 untuk memperkuat kemitraan kita dalam memobilisasi investasi sektor swasta; inovasi; dan transfer teknologi," ujar Wapres dalam intervensinya pada rangkaian akhir KTT G20 yang mengambil tema "Embracing the Opportunities."

Berakhirnya KTT G20 di Buenos Aires menandai berakhirnya Presidensi Argentina tahun 2018. Kepemimpinan G20 selanjutnya pada 2019 beralih kepada Jepang.

G20 merupakan forum kerja sama negara-negara perekonomian besar dunia yang secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia. 

Anggota G20 berjumlah 19 negara, yakni Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Australia, Brazil, China, Kanada, Jepang, Jerman, India, Indonesia, Italia, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Arab Saudi Turki dan 1 Kelompok Regional (Uni-Eropa).


(WIL)