Prajurit Transgender Pertama Resmi Bergabung Marinir AS

Whisnu Mardiansyah    •    Minggu, 20 Nov 2016 06:04 WIB
militer as
Prajurit Transgender Pertama Resmi Bergabung Marinir AS
Kopral Aaron Wixson. Daily Mail

Metrotvnews.com, Amerika Serikat: Seorang prajurit marinir wanita akan Amerika Serikat (AS) akan secara resmi diakui sebagai prajurit pria dan bergabung dengan kesatuan Marinir. Hal ini  yang pertama setelah Pemerintah AS mancabut larangan transgender bergabung dengan kesatuan militer. 

Dialah Kopral Aaron Wixson, 20, prajurit dari Tulsa di Oklahoma. Awalnya ia mendaftar di kesatuan marinir pada 2014 dan teridentifikasi sebagai seorang wanita. 

Tahun lalu, Wixson didiagnosis menderita dysphoria gender. Gangguan ini terjadi pada seseorang yang mengidentifikasi jenis kelamin berbeda dari jenis kelamin pada saat mereka dilahirkan. Wixson mengakui bertahun-tahun merasakan ketidaknyamanan atas hal itu.

Segera setelah itu, wanita yang bertugas sebagai operator radar artileri medan itu memberi tahu komandannya bila ia seorang transgender. Dari pihak militer lalu membantu dengan pengobatan hormon pengganti di Balai Sistem Kesehatan Militer.  

Wixson akan melakukan operasi pengangkatan payudara sebelum melakukan terapi hormon. Jabatannya sendiri sebagai prajurit wanita akan berakhir pada Mei tahun depan.  

Di bawah kebijakan militer baru yang mulai berlaku pada Oktober, Wixson dapat mengubah nama dan jenis kelamin di database pertahanan. Dia pun dapat mulai berpakaian seperti seorang pria ketika rencana pengobatannya selesai.

"Aku benar-benar bersyukur dapat diterima secara terbuka di Korps Marinir sebagai transgender. Ketika anda bisa menjadi diri sendiri, jauh lebih efektif di tim," kata Wixson seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (19/11/2016). 

Wixson terlahir nama Arielle. Dia berjuang tumbuh menjadi seorang pria karena dia selalu ingin berpakaian seperti anak laki-laki. Keluarga dan rekan-rekannya di Marinir mendukung keputusannya menjadi seorang trangender. 

Juni lalu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat membatalkan larangan transgender bergabung dengan kesatuan militer. Departemen Pertahanan AS mengumumkan, perawatan terkait transgender dan perawatan medis akan tercakup dalam rencana perawatan kesehatan militer.

'Transgender Amerika dapat diterima secara terbuka dan mereka tidak lagi dapat dibuang atau dipisahkan dari militer hanya karena menjadi transgender, "kata Menteri Pertahanan Ash Carter pada saat itu. 



(OGI)