AS Layangkan Permohonan Resmi Ekstradisi Eksekutif Huawei

Arpan Rahman    •    Rabu, 30 Jan 2019 17:22 WIB
amerika serikathuaweitiongkok
AS Layangkan Permohonan Resmi Ekstradisi Eksekutif Huawei
Foto dari CTV untuk AFP memperlihatkan Meng Wanzhou, putri dari pendiri Huawei. (Foto: AFP/CTV)

Washington: Amerika Serikat melayangkan permohonan resmi ke Kanada untuk ekstradisi Meng Wanzhou, kepala finansial perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei.

Kantor berita Globe and Mail melaporkan bahwa Menteri Hukum Federal Kanada David Lametti memiliki waktu hingga 1 Maret mendatang untuk memutuskan apakah akan mengekstradisi Meng atau tidak.

Permohonan resmi ekstradisi dikeluarkan tak lama usai AS melayangkan 10 dakwaan kepada Huawei dan 13 untuk Meng pada Senin 28 Januari. Dakwaan meliputi penipuan perbankan, pencucian uang, menghalangi proses peradilan dan pelanggaran sanksi.

Putri dari pendiri Huawei, Meng ditahan atas permintaan AS pada 1 Desember di Vancouver, Kanada. Di sana, keluarga Meng memiliki dua rumah.

Wanita berusia 46 tahun itu mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan. Tiongkok menyebut seluruh dakwaan terhadap Huawei dan Meng adalah produk dari manipulasi politik AS untuk mengganggu aktivitas bisnis Tiongkok.

"Huawei selalu berkata, dan (Meng) juga mengatakan hal serupa, bahwa dia meyakini aparat penegak hukum," ungkap pengacara Meng, David Martin.

"Dia yakin tidak bersalah dan juga memercayai sistem peradilan," tegasnya, seperti dikutip dari laman UPI, Rabu 30 Januari 2019.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Huawei telah menipu AS serta bank global mengenai hubungannya dengan dua anak perusahaan, Huawei Device USA dan Skycom Tech, untuk berbisnis dengan Iran.
 
Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump telah menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang sempat dicabut lewat perjanjian nuklir 2015. Belakangan, serangkaian sanksi itu diperberat dan mengenai beberapa sektor penting seperti perminyakan, pengiriman serta perbankan.


(WIL)