Bersikukuh Tempuh Jalan Damai, AS Ingin Dialog dengan Korut

Arpan Rahman    •    Rabu, 02 Aug 2017 14:45 WIB
korea utaranuklir korea utara
Bersikukuh Tempuh Jalan Damai, AS Ingin Dialog dengan Korut
Menlu AS Rex Tillerson. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson ingin "duduk dan berdialog" dengan Korea Utara (Korut) mengenai hubungan masa depan antara kedua negara.

Tillerson menggambarkan rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un sebagai "ancaman mendesak," dan dirinya ingin memberikan "tekanan damai" kepada Pyongyang dengan syarat negara tersebut menghentikan ambisi senjata nuklirnya.

"Kami berupaya menyampaikan kepada orang-orang Korut, kami bukan musuh Anda, kami bukan ancaman Anda. Tapi Anda memberikan ancaman yang tidak dapat kami diterima, sehingga kami harus menanggapinya," kata Tillerson kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri, Washington, seperti dikutip UPI, Selasa 1 Agustus 2017. 

"Dan kami berharap pada suatu saat, mereka akan mulai memahami hal itu. Kami ingin duduk dan berdiskusi dengan mereka tentang masa depan kedua negara, yang akan memberi mereka rasa aman dan kemakmuran ekonomi untuk Korut," cetusnya.

Komentar Tillerson muncul beberapa hari setelah Korut menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Jumat pekan kemarin. Itu merupakan peluncuran kedua ICBM Korut Utara dalam waktu kurang dari sebulan.

Juli lalu, Korut mengancam melakukan serangan nuklir terhadap AS.

Baca: Pesawat Pengebom AS Respons Peluncuran Rudal Antarbenua Korut

Peran Tiongkok

"Jika AS berani menunjukkan sedikit pun upaya untuk melepaskan kepemimpinan tertinggi kami, maka kami akan melancarkan serangan tanpa ampun di jantung negara AS dengan palu nuklir yang kuat," kata Kemenlu Korut.

"Orang seperti (Direktur CIA Mike) Pompeo akan mendapatkan konsekuensi atas keberaniannya mengganggu kepemimpinan tertinggi (Korut)," tuturnya.

Sementara itu, Tillerson mencoba menurunkan intonasi dari Presiden Donald Trump yang menilai Tiongkok telah gagal membujuk Korut menghentikan program misil dan nuklir.

Ketika itu, Trump menyebut Tiongkok hanya bisa bicara dan tidak berbuat apa-apa.

"Kami tentu saja tidak menyalahkan orang Tiongkok atas situasi di Korea Utara," kata Tillerson. "Hanya orang Korut yang harus disalahkan atas situasi ini," pungkas dia.


(WIL)