Menhan AS: Suriah di Balik Serangan Senjata Kimia

Fajar Nugraha    •    Rabu, 12 Apr 2017 11:41 WIB
krisis suriah
Menhan AS: Suriah di Balik Serangan Senjata Kimia
Menhan AS James Mattis yakin Suriah di balik serangan senjata kimia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis yakin bahwa Pemerintah Suriah berada di balik serangan senjata kimia 4 April lalu.
 
"Tidak diragukan lagi bahwa Pemerintah Suriah bertanggungjawab atas keputusan untuk melakukan serangan (senjata kimia)," ujar Mattis, seperti dikutip AFP, Rabu 12 April 2017.
 
"Jika mereka (Suriah) menggunakan senjata kimia, mereka akan membayarnya dengan sangat mahal," tegas Mattis.
 
Sementara seorang pejabat senior AS justru menuduh Rusia,-yang selama ini mendukung Suriah,- mencoba untuk membuat dunia bingung dengan mengeluarkan informasi tidak benar mengenai serangan tersebut.
 
 
Menurut pejabat itu, Rusia menyebarkan isu tidak benar terkait siapa yang bertanggungjawab dalam serangan yang menewaskan 87 orang warga sipil di Khan Sheikhun.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri berulangkali menyuarakan pembelaannya terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Bahkan Putin menyebutkan bahwa pemberontak Suriah tengah mempersiapkan serangan palsu, demi mendorong intervensi AS ke Suriah.
 
"Kami menginginkan penyelidikan menyeluruh atas penyerangan di Khan Sheikhun oleh PBB. Namun tuduhan AS (atas serangan senjata kimia), serupa dengan tuduhan senjata pemusnah massal yang berujung pada invasi Irak di 2003," tegas Putin.
 
PBB sendiri akan memungut suara pada Rabu 12 April, mengenai resolusi yang menuntut Pemerintah Suriah untuk bekerja sama dalam penyelidikan serangan senjata kimia. Banyak diplomat memperkirakan bahwa Rusia akan melakukan veto atas resolusi itu.

 

 
(FJR)