AS dan Turki Akhiri Pembatasan Visa

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 29 Dec 2017 08:52 WIB
amerika serikatturki
AS dan Turki Akhiri Pembatasan Visa
Mahasiswa dan karyawan institusi pendidikan menonton program televisi yang menayangkan Dubes AS untuk Turki John Bass di Istanbul, 11 Oktober 2017. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Washington: Amerika Serikat dan Turki mengakhiri perselisihan kedua negara soal visa setelah sebelumnya pada seorang anggota staf kedutaan AS di Ankara. Meski begitu hubungan antara sekutu NATO tetap tegang.

Kedua belah pihak mengumumkan dimulainya kembali layanan visa penuh untuk warga masing-masing, namun pernyataan mereka mengungkapkan keraguan yang terus-menerus antara kedua negara, yang merupakan mitra dalam perang melawan kelompok ISIS.

Washington mengatakan telah mendapatkan jaminan dari Ankara bahwa tidak ada proses hukum lebih lanjut yang akan diluncurkan terhadap stafnya, meskipun kedutaan Turki di ibukota AS menegaskan tidak ada jaminan seperti itu yang telah diberikan.

Meskipun demikian, Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa tingkat keamanan telah meningkat untuk memungkinkan dimulainya kembali layanan visa penuh di Turki. Washington mengatakan tindakan tersebut akan efektif segera.

"Dalam kerangka prinsip timbal balik, pembatasan yang ditempatkan dari pihak kita mengenai rezim visa untuk warga negara AS diangkat bersamaan," kata kedutaan Turki di Washington dilansir dari AFP, Jumat 29 Desember 2017.

Keputusan AS untuk menghentikan pemberian visa dilaksanakan sejak Oktober dan diikuti oleh langkah serupa oleh Turki untuk menghentikan pemberian visa kepada orang Amerika.

Pada bulan November, AS mengatakan telah melanjutkan layanan visa terbatas, sebuah langkah yang disesuaikan dengan kedutaan Turki di AS.

Tapi layanannya sangat terbatas sehingga janji wawancara pertama untuk orang-orang Turki yang mencari kebanyakan visa AS hanya tersedia mulai Januari 2019, menyebabkan kegemparan di media sosial.


(DMR)