Kongres AS Pastikan Nasib 1,8 Juta Imigran Belia

Arpan Rahman    •    Selasa, 13 Feb 2018 12:19 WIB
pemerintahan as
Kongres AS Pastikan Nasib 1,8 Juta Imigran Belia
Aktivis mendukung imigran belia di Amerika Serikat (AS) (Foto: AFP).

Washington: Harapan dari 1,8 juta imigran yang dibawa ke Amerika Serikat (AS) saat anak-anak akan menyandang kewarganegaraan tergantung pada keputusan Senin 12 Februari. 
 
Kongres telah menggelar debat mengenai masalah panas ini. Presiden Donald Trump berkehendak membuat kesepakatan mengenai undang-undang baru.
 
Menawarkan jalan menggapai kewarganegaraan bagi mereka yang disebut 'Para Pemimpi' atau 'Dreamers', Trump sudah melewati tuntutan oposisi Demokrat. Namun hanya dengan imbalan pengurangan ketat pada imigrasi secara keseluruhan. Selain pendanaan untuk membangun dinding di perbatasan Meksiko.
 
Tawaran Trump mengemuka saat para senator memulai jalur yang tidak dapat diprediksi, yang dapat menghasilkan terobosan yang telah lama diingini soal imigrasi atau berakhir dengan kegagalan. Ratusan ribu imigran berisiko kehilangan perlindungan hukum mereka, awal bulan depan.
 
"Saya berharap bisa membuat kesepakatan," kata Trump, menambahkan bahwa Partai Republik akan 'senang' mencapai sebuah kesepakatan.
 
"Jika Demokrat ingin membuat kesepakatan, itu benar-benar terserah mereka," cetusnya seperti dikutip AFP, Selasa 13 Februari 2018.
 
Senin kemarin, Senat memilih debat terbuka tentang imigrasi, yang bisa memakan waktu berminggu-minggu.
 
Trump diharapkan bisa memainkan peran berpengaruh, tapi mungkin mendestabilkan, dalam prosesnya. Pembalikannya soal beberapa aspek dari isu sensitif ini membuat Demokrat dan beberapa Republikan tidak tenang.
 
Sementara itu, sekelompok senator konservatif menyodorkan undang-undang menyusul tawaran yang dibuat Trump pada Januari, dan mendapat pengesahan dari Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell.
 
Secure and Succeed Act menawarkan jalur 10 sampai 12 tahun untuk kewarganegaraan bagi 'Para Pemimpi'.
 
Selain itu juga mengalokasikan USD25 miliar untuk keamanan perbatasan yang lebih ketat, termasuk pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Seperti yang dijanjikan Trump dalam kampanye Pemilihan Presiden 2016.
 
Jika kompromi imigrasi lolos ke Senat, nasibnya di DPR akan tetap tidak jelas. Sebagian karena beberapa tokoh konservatif menentang migran yang tidak berdokumen.



(FJR)