Trump Belum Dapat Putuskan Status Yerusalem

Willy Haryono    •    Senin, 04 Dec 2017 11:22 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Trump Belum Dapat Putuskan Status Yerusalem
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum dapat memutuskan apakah akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel atau tidak. Ia juga belum dapat memutuskan apakah akan segera memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem yang merupakan salah satu janji kampanyenya.

Demikian disampaikan Jared Kushner, menantu dan juga penasihat senior Trump. Kushner menyebut sang presiden masih mempertimbangkan berbagai opsi sebelum mengeluarkan keputusan final.

"Keputusan akan segera dibuat presiden. Dia masih mengkaji beragam fakta," tutur Kushner dalam sebuah acara Brookings Institution di Washington, seperti dilansir TIME, Minggu 3 Desember 2017. 

Komentar Kushner ini merupakan pernyataan publik pertamanya dalam upaya menghidupkan kembali dialog damai antara Israel dengan Palestina. Pernyataan ini juga dikeluarkan di tengah tekanan terhadap dirinya usai mantan penasihat Trump, Michael Flynn, mengaku berbohong terkait investigasi keterlibatan Rusia dalam pilpres AS 2016.

Sejumlah media lokal menyebut-nyebut Kushner dapat terkena implikasi dari pengakuan Flynn. 

Sesaat sebelum Kushner berbicara, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengingatkan bahwa jika AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka upaya dialog damai akan berakhir. 

"Segala bentuk langkah Amerika terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, atau memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, akan merepresentasikan ancaman terhadap masa depan proses damai dan sama sekali tidak dapat diterima masyarakat Palestina, dunia Arab dan komunitas internasional," tegas Abbas kepada sekelompok petinggi Arab dari Israel. 

Pekan lalu, sejumlah pejabat AS mengatakan Trump berencana mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, namun akan menunda pemindahan Kedubes. Diperkirakan keputusan final Trump mengenai masalah ini akan diungkapkan pada Rabu mendatang.



(WIL)