Menlu AS Serukan Larangan Terbang di Wilayah Suriah

Sonya Michaella    •    Kamis, 22 Sep 2016 07:57 WIB
konflik suriah
Menlu AS Serukan Larangan Terbang di Wilayah Suriah
Menlu AS, John Kerry di Sidang Majelis Umum PBB, New York (Foto: BBC)

Metrotvnews.com, New York: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa seluruh pesawat di Suriah utara harus dilarang terbang untuk memungkinkan penyaluran bantuan.

Serangan terhadap konvoi bantuan di dekat Aleppo pada Senin 19 September kemarin, menunjukkan adanya keraguan mendalam tentang keseriusan Rusia dan Suriah untuk mematuhi syarat-syarat kesepakatan gencatan senjata.

"Saya percaya bahwa untuk memulihkan kredibilitas proses ini, kita harus menempuh langkah maju untuk serta merta melarang terbang seluruh pesawat di wilayah-wilayah penting itu, untuk mendieskalasi situasi, dan untuk memberikan kesempatan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan," kata Kerry, seperti dikutip BBC, Kamis (22/9/2016).

"Jika hal itu terjadi maka ada kemungkinan upaya-upaya untuk mengakhiri pertempuran punya kredibilitas," ucapnya di hadapan para negara anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB di New York.


Warga menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan karena serangan udara/BBC

Gedung Putih mengatakan pesawat-pesawat tempur Rusia lah yang melakukan serangan itu tetapi Rusia menepisnya.

Kementerian Pertahanan Rusia sekarang mengatakan pesawat nirawak AS berada di lokasi kejadian ketika konvoi bantuan kemanusiaan diserang di dekat Aleppo.

Menanggapi hal itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin malah menginginkan AS mengawal konvoi bantuan kemanusiaan di Suriah.

Di samping itu, PBB yakin bahwa pesawat Rusia lah yang bertanggung jawab dalam serangan Senin lalu, namun Rusia membantah tudingan itu.

Kementerian Pertahanan Rusia bahwa mengatakan bahwa drone predator milik AS berada di area itu ketika konvoi diserang.


(FJR)