FARC Jadi Parpol, Pemilu Kolombia Berjalan Damai

Willy Haryono    •    Minggu, 11 Mar 2018 14:35 WIB
kolombia
FARC Jadi Parpol, Pemilu Kolombia Berjalan Damai
Partai FARC menggelar konferensi pers di Bogota, Kolombia, 8 Maret 2018. (Foto: AFP/LUIS ACOSTA)

Bogota: Warga Kolombia mengikuti pemilihan umum pada Minggu 11 Maret 2018 untuk memilih Kongres baru. Pemilu kali ini berjalan damai karena grup Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia atau FARC sudah menjadi partai politik. 

Pemerintah Kolombia dan FARC telah menandatangani perjanjian damai pada November 2016.

"Ini kali pertamanya dalam separuh abad terakhir kami akan memilih secara damai, tanpa ada FARC sebagai grup bersenjata, tapi parpol," ujar Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, seperti dilansir AFP

Perjanjian damai tahun lalu memastikan FARC akan mendapat 10 dari total 280 kursi di Kongres Kolombia. 

Menjadi parpol, FARC mengganti namanya menjadi Pasukan Revolusioner Alternatif Umum Kolombia. FARC juga mengganti simbol dua senjata api yang saling bersilangan menjadi mawar merah. 

Namun sejumlah jajak pendapat menunjukkan FARC sulit mendapatkan 10 kursi tersebut. Sebagian masyarakat Kolombia masih geram atas kejahatan mereka di masa lalu. 

Sejumlah kandidat dari FARC diserang massa dalam beberapa acara kampanye. Partai tersebut harus membatalkan sejumlah acara lain.


(WIL)