Mike Pence Gunakan Email Pribadi untuk Urusan Negara

Willy Haryono    •    Jumat, 03 Mar 2017 08:20 WIB
pemerintahan as
Mike Pence Gunakan Email Pribadi untuk Urusan Negara
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Indianapolis: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menggunakan sebuah akun surat elektronik (email) pribadi untuk urusan kenegaraan saat masih menjadi Gubernur Indiana.

Ketika itu, Pence menggunakan email pribadi untuk mendiskusikan isu sensitif kenegaraan dan keamanan dalam negeri. 

Sederet email yang diterima kantor berita The Indianapolis Star, Kamis 2 Maret 2017, memperlihatkan bahwa Pence sering berkomunikasi via akun AOL personal dengan para penasihatnya. Isu yang dibicarakan beragam, mulai dari gerbang keamanan di rumah Pence hingga respons Indiana terhadap serangan teror. 

Email-email itu diperintahkan untuk dirilis setelah adanya permohonan dari publik. 

Dalam sebuah email, penasihat keamanan dalam negeri Pence menyampaikan informasi lanjutan dari Biro Investigasi Federal (FBI) mengenai penangkapan beberapa pria atas kasus terkait terorisme. 

Sejumlah pakar khawatir konten dalam email pribadi Pence rentan diretas. Terlebih, tingkat keamanan akun personal seperti milik Pence lebih lemah dari pejabat tinggi lainnya. 

Musim panas tahun lalu, akun personal Pence dibobol peretas atau hacker. 

Kantor Pence di Washington mengeluarkan pernyataan tertulis: "Seperti gubernur-gubernur sebelumnya, Mike Pence memiliki akun email negara dan pribadi. Sebagai gubernur, Pence mengikuti hukum Indiana terkait penggunaan email. Email pemerintah dan personal didokumentasikan oleh negara bagian sesuai aturan Indiana."

Gubernur Indiana Eric Holcomb merilis lebih dari 30 halaman dari email pribadi AOL milik Pence. Namun ia menolak merilis sejumlah email karena kontennya dianggap rahasia dan terlalu sensitif untuk publik.

Skandal email pribadi menghantam Hillary Clinton semasa kampanye pemilihan umum presiden AS. Mantan Menteri Luar Negeri AS itu menilai skandal email adalah salah satu faktor yang membuatnya kalah dari Donald Trump.


(WIL)