DK PBB Dorong Indonesia Tangkap Sponsor Terorisme

Sonya Michaella    •    Selasa, 15 May 2018 10:21 WIB
Teror Bom di Surabaya
DK PBB Dorong Indonesia Tangkap Sponsor Terorisme
Polisi berjaga saat Tim Jihandak mengevakuasi siswa bahan peledak dari sebuah kamar di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Senin 14 Mei 2018, Medcom.id - Hadi

New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk keras serangan teroris di Surabaya, yang terjadi pada 13 dan 14 Mei kemarin.

Seluruh negara anggota DK PBB juga mengucapkan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban tewas dan luka akibat ledakan bom di Surabaya.

"Anggota DK PBB menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," sebut pernyataan resmi dari DK PBB yang diterima Medcom.id, Selasa 15 Mei 2018.

"Kami menggarisbawahi perlunya Indonesia menahan para pelaku, pemberi dana dan sponsor dari tindakan terorisme yang patut dipertanggungjawabkan ini," lanjut pernyataan itu.

DK PBB juga mengimbau seluruh negara untuk bekerja sama secara aktif dengan Indonesia dan semua otoritas terkait lainnya dalam hal ini.

"Terlepas dari motivasi mereka, di mana saja dan oleh siapa saja, tindakan ini tidak dapat dibenarkan. Perlunya semua negara untuk berperang dengan segala cara, sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kewajiban lain di bawah hukum internasional," tegas DK PBB.

Seperti diketahui, bom meledak di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Malamnya, ledakan bom juga terjadi di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo.

Belum tuntas duka atas kejadian tersebut, Senin pagi, 14 Mei 2018, bom kembali meledak di pintu masuk. Pihak kepolisian merilis, korban tewas dalam rentetan insiden tersebut berjumlah 28 orang sementara jumlah korban luka-luka 57 orang.

Para korban tewas dan luka-luka termasuk anggota keluarga yang diduga menjadi pelaku pengeboman.


(WIL)