Trump Sebut Senator AS Pocahontas di Acara Veteran Indian

Willy Haryono    •    Selasa, 28 Nov 2017 06:14 WIB
donald trumppemerintahan as
Trump Sebut Senator AS Pocahontas di Acara Veteran Indian
Presiden AS Donald Trump dalam acara bertemu veteran perang Navajo di Gedung Putih, Washington, 27 November 2017. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Donald Trump melontarkan gurauan mengenai suku Indian di Amerika Serikat dalam acara penghormatan kepada veteran Navajo di Gedung Putih, Washington, Senin 27 November 2017. Navajo adalah prajurit keturunan Indian yang berjuang untuk AS dalam Perang Dunia II.

Berbicara kepada para veteran, Trump mengucapkan kelakar favoritnya mengenai senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat. 

"Kalian semua sudah ada di Amerika sebelum kami ada," ujar Trump, di depan foto mantan presiden AS Andrew Jackson.

"Kami memiliki perwakilan di Kongres yang mengaku sudah ada di sini untuk waktu lama. Orang-orang memanggilnya Pocahontas," lanjut dia, seperti dikutip Guardian.

Pocahontas adalah anak perempuan dari kepala suku Indian Amerika di abad ke-17 di Virginia. Kisah Pocahontas dipopulerkan lewat film garapan Disney berjudul sama.

Trump telah berulang kali mengejek Warren yang mengaku memiliki garis keturunan Indian Cherokee. Semasa kampanye, penggunaan kata Pocahontas selalu mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukungnya. Namun dalam acara veteran, para Navajo relatif diam.

Warren, tokoh ikonik dari Massachusetts yang telah lama berselisih paham dengan Trump, mengatakan dirinya "sangat menyayangkan" bahwa seorang "Presiden Amerika Serikat bahkan tidak dapat menghormati para veteran dengan melontarkan gurauan rasis."

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders membantah Trump tidak menghormati veteran. Sanders malah balik menyerang Warren dengan mengatakan klaim garis keturunan Cherokee itu tidak benar.

"Saya rasa yang membuat banyak orang tersinggung adalah Senator Warren berbohong mengenai garis keturunannya demi memuluskan kariernya," sebut Sanders.

Menanggapi tuduhan Warren soal gurauan rasis, Sanders berkata: "Saya rasa itu adalah respons yang konyol."

Sanders menegaskan Trump tidak menghina para tamu undangan yang dulu pernah berjuang demi negeri. "Presiden justru sangat menghormati para veteran, oleh karenanya mereka diundang ke Gedung Putih," ungkap Sanders.


(WIL)