PBB Pilih Hakim ke-4 untuk Isi Kursi Pengadilan Pidana Internasional

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 10 Nov 2017 11:27 WIB
pbb
PBB Pilih Hakim ke-4 untuk Isi Kursi Pengadilan Pidana Internasional
DK PBB memiliki wewenang memilih hakim ICC (Foto: AFP).

New York: Anggota Majelis Umum dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memutuskan untuk memilih hakim keempat dari lima kursi di Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang disediakan.

Setelah melalui lima putaran pemungutan suara, Nawaf Salam dari Lebanon memenangkan suaranya, hal serupa juga dirasakan oleh pemimpin pengadilan Ronny Abraham dari Prancis, Wakil Presiden Somalia Abdulqawi Ahmed Yusuf dan Antonio Augusto Cancado Trindade dari Brasil. Sementara itu, nasib kandidat lain dari Inggris dan India masih belum ditentukan karena suara mereka seimbang.

Dilansir dari laman AFP, Jumat, 10 November 2017, sebanyak 193 anggota majelis dan 15 anggota dewan akan bertemu lagi pada Senin mendatang untuk memutuskan dua kandidat lainnya, yaitu Dalveer Bhandari dari India dan Christopher Greenwood mewakili Inggris.

"Prosesnya sulit, 193 anggota majelis dan 15 anggota dewan harus memilih kandidat yang sama secara bersamaan. Mereka nantinya akan diberikan surat suara," ujar salah satu perwakilan dari 193 anggota majelis PBB.

Peraturan baru mensyaratkan surat suara tersebut nantinya akan dibuka bersamaan dan dihitung di depan para anggota.

Di babak keenam untuk kursi hakim final, Bhandari memenangkan 115 suara di Majelis Umum, sementara Greenwood hanya 76. Namun, di Dewan Keamanan PBB hasilnya dibatalkan, sehingga diperlukan putaran lain untuk pemungutan suara.

ICC terdiri dari 15 anggota, dan sepertiga dari mereka bersiap untuk pemilihan ulang setiap tiga tahun. Pada 2014, dibutuhkan tujuh putaran di Majelis Umum dan empat di DK PBB untuk memilih lima hakim.


(FJR)