Situasi di Honduras Memanas Kondisi WNI Tetap Aman

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 11:08 WIB
honduras
Situasi di Honduras Memanas Kondisi WNI Tetap Aman
Pemimpin oposisi Honduras Salvador Nasralla (tanda V) berada di tengah pendukungnya (Foto: AFP).

Panama City: Situasi di Honduras diberitakan memanas usai pemilihan umum di sana. Namun hal ini belum dapat dikonfirmasi Kedutaan Besar RI yang ada di Panama, yang wilayah kerjanya merangkap Honduras.
 
 
Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Panama, Ely Tiora menuturkan bahwa warga negara Indonesia yang berada di Honduras dalam kondisi aman.
 
"Sejauh ini, WNI kita di sana dalam keadaan aman," kata Ely kepada Medcom.id, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Menurutnya, KBRI Panama belum bisa mengeluarkan imbauan untuk WNI dikarenakan belum adanya pernyataan resmi dan jelas mengenai situasi yang terjadi di negara Amerika Tengah tersebut.
 
"Hingga saat ini, pihak kedutaan Honduras di Panama belum menyampaikan status resmi kondisi nasional Honduras. Sehubungan dengan hal tersebut, KBRI belum memberikan pengarahan untuk evakuasi dan semacamnya," imbuh dia.
 
Ely menyebutkan bahwa KBRI Panama hingga saat ini masih memantau kondisi di Honduras dan berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan Indonesia di Honduras. Sementara itu, dia menambahkan, jumlah WNI yang berada di Honduras berjumlah lima orang.
 
Kondisi di Honduras usai pemilihan umum diberitakan semakin mencekam. Pemimpin oposisi Salvador Nasralla, menyerukan kepada semua anggota militer untuk memberontak melawan pemerintah.
 
Berpidato di depan ribuan pendukungnya yang menggelar demo dekat tempat penghitungan suara, Nasralla meminta seluruh anggota angkatan bersenjata untuk tidak menuruti perintah pimpinannya.
 
"Saya serukan ke seluruh anggota angkatan bersenjata untuk memberontak dan melawan pimpinan anda," sebut Nasralla dalam unjuk rasa besar yang dijaga ketat Militer Honduras.
 
Sebelumnya, kedua calon presiden, yakni calon petahana Presiden Juan Orlando Hernandez dan Nasralla sama-sama mengklaim kemenangan.

Pihak Nasralla menuduh telah terjadi kecurangan, pasalnya pada perhitungan awal Nasralla berhasil memimpin perolehan suara sebelum akhirnya Hernandez menyalip menjelang penutupan resmi perhitungan suara.

(FJR)