Uang Bisa Sangat Berpengaruh dalam Pemilu AS

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Sep 2016 18:14 WIB
pemilu as
 Uang Bisa Sangat Berpengaruh dalam Pemilu AS
Jeffrey Winters jelaskan proses pemungutan suara dalam Pemilu AS (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat di seluruh dunia jelas menanti-nantikan pelaksanaan Pemilihan Umum Amerika Serikat (AS), 8 November nanti. Banyak hal yang bisa digali di balik proses pemilu AS.
 
Sebab, sebagai Negara Adidaya, AS dinilai sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor di dunia. Seorang calon presiden AS harus mendapat separuh suara dari 538 yang terdiri dari 535 suara Kongres dan tiga suara perwakilan dari Washington DC.
 
538 suara ini diperoleh dari polling 50 negara bagian di AS, di mana ada dua negara bagian yang tak mengikuti Pemilu AS.
 
"Seorang calon presiden yang mendapat 270 suara, ia yang menang," kata Jeffrey A. Winters dari Northwestern University di At America, Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2016).
 
Ini mengartikan bahwa kemenangan seorang calon presiden tergantung dari poling suara di setiap negara bagian.


Perkiraan persentasi kemenangan Hillary Clinton dibanding Donald Trump (Foto: Sonya Michaella/MTVN)
 
 
Warga Negara AS dan warga berusia di atas 18 tahun sudah boleh memilih siapa yang akan menjadi presiden mereka selanjutnya setelah Barack Obama.
 
Winters memberi contoh, jika Donald Trump mengumpulkan 51 persen suara dari negara bagian Texas, berarti suara electoral college vote milik Trump. Sedangkan, Winters melanjutkan, biasanya Electoral College Voting dan Popular Voting hanya berbeda empat persen.
 
Di samping itu, di AS sendiri, ada jajak pendapat sebanyak 84 persen yang menilai bahwa uang sangat berpengaruh di pemilu.
 
"Sebanyak 66 persen warga AS menilai bahwa kekayaan cukup berpengaruh di pemilu dan 85 persen warga AS menilai kampanye sangat berpengaruh di pemilu," tukasnya.
 
Saat ini, ada dua calon yang sedang bertarung untuk memenangkan kursi presiden AS, yaitu Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. 

 


(FJR)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

10 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA