Trump Tuduh Hillary Clinton Gunakan Narkoba

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Oct 2016 06:48 WIB
pemilu as
Trump Tuduh Hillary Clinton Gunakan Narkoba
Donald Trump dalam kampanye di Fredericksburg. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New Hampshire: Donald Trump menuduh Hillary Clinton terlihat "terlalu bersemangat" dalam debat kedua calon presiden Amerika Serikat (AS). Ia meminta dirinya dan Clinton menjalani tes narkotika dan obat-obatan terlarang sebelum debat selanjutnya. 

Trump juga curiga bahwa pemilihan umum presiden kali ini terlihat seperti sudah "dicurangi."

Pernyataan terbaru Trump muncul di tengah tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya dan video kontroversial berisi serangkaian ucapan merendahkan wanita. 

Sejumlah survei mengindikasikan Trump mulai kehilangan dukungan di beberapa negara bagian. 

Berbicara dalam kampanye di New Hampshire, seperti dikutip BBC, Sabtu (15/10/2016), Trump mengatakan Clinton "terlalu bersemangat" dalam awal debat kedua, namun "sempoyongan saat hendak masuk ke mobil" usai acara. 

"Kami berdua harus menjalani tes narkoba," ucap Trump, tanpa menyodorkan bukti apapun untuk memperkuat tuduhannya. 

Dalam debat kedua, Trump menegaskan akan memenjarakan Clinton jika dirinya memenangkan pilpres. Ia menilai mantan menteri luar negeri itu tidak memiliki stamina prima untuk menjadi presiden. 

Merasa Dicurangi


Trump dan Clinton dalam debat kedua capres AS. (Foto: AFP)

Retorika yang dilontarkan Trump kian menjurus ke anggapan bahwa pilpres AS kali ini sudah dicurangi, dengan menyebutkan adanya beberapa media yang melontarkan kebohongan. 

"Pilpres harus didukung penuh, bukan diragukan karena ada seorang kandidat yang takut kalah," ujar manajer kampanye Clinton, Robby Mook. Mook meyakini tingkat keikutsertaan warga dalam pilpres AS kali ini akan memecahkan rekor. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Partai Republik Paul Ryan menegaskan dirinya "sangat yakin" pilpres pada November mendatang akan berlangsung dengan "integritas tinggi." 

Ryan, politikus terpilih paling senior dari Republik, telah mengatakan dirinya tidak akan membela Trump. 

Serangkaian tuduhan pelecehan seksual belakangan ini menimpa Trump, salah satunya dari mantan peserta acara Apprentice. Wanita itu mengaku Trump pernah "mendorong alat kelaminnya" ke dirinya pada 2007. 

Tuduhan lainnya datang dari dua wanita, Jessica Leeds dan Rachel Crooks, yang pengakuannya diberitakan The New York Times. Keduanya mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh Trump. 

"Tidak pernah ada kejadian apapun dengan wanita-wanita itu. Sangat tidak masuk akal. Tidak ada pria yang lebih menghormati wanita daripada saya," tulis Trump di Twitter.

Debat terakhir capres AS akan berlangsung Rabu 19 Oktober mendatang.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA