Resolusi Anti-Hamas Buatan AS Tak Didukung di PBB

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Dec 2018 07:45 WIB
amerika serikatpbbpalestina israel
Resolusi Anti-Hamas Buatan AS Tak Didukung di PBB
Resolusi dari Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley (tengah) kalah di Sidang Majelis Umum PBB. (Foto: AFP).

New York: Resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam kelompok Hamas Palestina, berujung dengan kegagalan. Resolusi dikeluarkan atas alasan Hamas melepaskan tembakan rokel ke arah Israel.

Suara yang diperoleh dalam resolusi buah pemikiran Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley ini, hanya mencapai 87 di Sidang Majelis Umum. Jumlah itu tidak mencapai dua pertiga suara mayoritas. 58 negara menolak resolusi dan 32 lainnya abstain.

Haley yang akan mengundurkan diri dari jabatan pada akhir 2018 ini, berulangkali menuduh PBB memiliki sikap bias antiIsrael. Selain itu, Haley selalu membela Israel dalam setiap konfrontasi dengan Hamas yang sudah berkuasa di Perbatasan Gaza sejak 2007.

Resolusi ini merupakan yang pertama diajukan untuk mengecam Hamas di Sidang Majelis Umum PBB. Anggota Sidang Majelis Umum PBB berjumlah 193 negara dan melakukan pertemuan sejak 1946.

“Resolusi ini akan membenarkan kesalahan sejarah dan menempatkan Sidang Majelis Uum di jalur yang tepat dan seimbang semi mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar Haley, menjelang pemungutan suara, seperti dikutip AFP, Kamis 6 Desember waktu New York atau Jumat 7 Desember waktu Indonesia.

“Pertanyaannya saat ini adalah, apakah PBB melihat terorisme dapat diterima dan jika benar, hal (aksi teror) itu diarahkan kepada Israel ,” tutur Haley, menegaskan bahwa AS selama ini menganggap Hamas sebagai organisasi teror.

Kekalahan AS dalam pemungutan suara itu mendulang pujian dari Hamas. Mereka menilai hasil pemungutan sebagai tamparan keras bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, yang memang dianggap lebih memihak kepada Israel dalam penyelesaian konflk Timur Tengah.

“Kegagalan usaha Amerika di PBB menjadi tamparan bagi AS dan mengonfirmasi legitimasi dari perlawanan (terhadap Israel),” ucap Juru Bicara Hamas Sami Abi Zahri melalui akun Twitternya.

Kekesalan diungkapkan oleh Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon. Dia menyesalkan hasil suara ini dan menuduh Hamas sudah membajak proses pemungutan suara yang resmi ini dan memuji negara yang memilih untuk mengecam Hamas.

Sebelum pemungutan suara dialakukan, Kuwait yang mewakili negara Arab meminta dua pertiga suara harus dipenuhi agar resolusi ini lolos. Amerika mendapat dukungan dari Uni Eropa, dengan seluruh 28 anggotanya mendukung kecaman terhadap Hamas.


(FJR)