Mantan Jenderal Minta Trump Larang Penyiksaan Tahanan

Willy Haryono    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:47 WIB
donald trump
Mantan Jenderal Minta Trump Larang Penyiksaan Tahanan
James Mattis (tengah) bersama Donald Trump dan Mike Pence di New Jersey, AS, 19 November 2016. (Foto: AFP/DON EMMERT)

Metrotvnews.com, New York: Seorang mantan jenderal marinir Amerika Serikat (AS) meminta presiden terpilih Donald Trump untuk memikirkan kembali rencana penyiksaan terhadap tahanan. 

Semasa kampanye, Trump bertekad mengembalikan penyiksaan kontroversial waterboarding dan metode yang "jauh lebih buruk" lainnya di pusat detensi AS. Rencana tersebut menentang kebijakan Obama yang melarang penyiksaan. 

Waterboarding adalah teknik interogasi kontroversial dengan menyiramkan air ke wajah seseorang yang ditutupi kain untuk menciptakan sensasi seolah-olah tenggelam. Obama melarang metode ini beberapa hari setelah dirinya menjabat pada 2009. 

Namun pekan lalu Trump berbincang-bincang bersama James Mattis, mantan jenderal yang dihormati seantero AS atas gaya kepemimpinannya. Trump bertemu Mattis untuk mendiskusikan posisi menteri pertahanan. 



Dalam wawancara dengan New York Times, Trump mengaku kaget karena ternyata pria setegas Mattis menentang rencananya mengembalikan penyiksaan. 

"Dia bilang: 'Saya tidak pernah berpikir penyiksaan itu berguna. Berikan saya sebungkus rokok dan beberapa bir, saya bisa memberikan hasil yang lebih baik,'" ujar Trump mengulang ucapan Mattis, seperti dilansir AFP, Selasa (22/11/2016).

"Saya sangat terkesan oleh jawaban itu," sambung Trump, yang sikapnya bertolak belakang dengan pernyataan semasa kampanye: "Penyiksaan itu efektif. Percaya kepada saya, itu efektif."

Retorika kontroversial Trump pada saat itu disambut meriah para pendukungnya. Namun ia akhirnya mengakui bahwa penyiksaan "tidak akan membuat perbedaan signifikan seperti yang orang-orang pikirkan."

Mattis dilaporkan tertarik menjadi menhan dalam kabinet baru. Trump juga mengaku "sangat, sangat mempertimbangkan" nama Mattis, meski sang mantan jenderal menentang rencana metode interogasi ilegal.

Sepanjang akhir pekan kemarin, Trump menghabiskan waktunya berbincang-bincang dengan dengan sejumlah tokoh di klub golf miliknya di New Jersey. 

Selain Mattis, nama-nama top lainnya yang datang ke klub golf adalah Gubernur New Jersey Chris Christie, yang belum lama ini dipecat dari tim transisi Trump; mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani; dan tokoh garis keras keimigrasian Kris Kobach. 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA