Adik Perempuan Fidel Castro Tidak akan Hadiri Pemakaman

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 11:25 WIB
fidel castro wafat
Adik Perempuan Fidel Castro Tidak akan Hadiri Pemakaman
Juanita Castro, adik perempuan dari Fidel Castro. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Miami: Juanita Castro, adik perempuan mantan pemimpin Kuba Fidel Castro, tidak akan menghadiri pemakaman kakaknya. 

Fidel Castro wafat di Havana, Kuba pada Jumat 25 November. Pengumuman ini dikeluarkan oleh adiknya, Presiden Raul Castro.

"Karena adanya rumor bahwa saya akan ke Kuba untuk pemakaman, maka saya tegasnya bahwa saya tidak akan pernah kembali ke pulau itu, dan tidak ada rencana sama sekali," ujar Juanita kepada media El Nuevo Herald. 

"Saya tidak bergembira atas kematian manusia mana pun, termasuk kematian seseorang dengan nama keluarga saya. Sebagai adik Fidel, saya turut merasa kehilangan seorang sosok manusia yang memiliki hubungan darah dengan saya," sambung dia, seperti dilansir AFP, Sabtu (26/11/2016). 

Fidel dan Presiden Raul Castro adalah dua pria dari tujuh bersaudara. Juanita, lahir pada 1933, adalah satu-satunya anggota keluarga Castro yang menentang rezim komunis Fidel secara terang-terangan. 

Dia tinggal di Miami sejak 1964, dan mengaku telah bekerja sama dengan Agensi Intelijen Amerika Serikat (CIA) dalam merancang plot menjatuhan Fidel. 

Percobaan Pembunuhan


Foto dan poster Fidel Castro di Havana. (Foto: AFP)

Sebagai pengacara yang mengubah haluan menjadi gerilyawan Marxist, Fidel Castro dikabarkan berhasil menghindari beberapa plot pembunuhan dari CIA. Termasuk satu rencana pembunuhan, dimana cerutu yang biasa dihisapnya dibubuhi racun.

Castro sendiri mengklaim bahwa upaya pembunuhan yang diarahkan kepadanya mencapai 634 kali. Selain dengan cerutu beracun, upaya pembunuhan itu dilakukan dengan cara memberinya pil beracun,  moluska yang bisa meledak hingga pakaian selam yang beracun.
 
Meskipin plot itu bermunculan, Castro tetap mampu memberikan perlawanan terhadap AS. Tak kurang, sembilan Presiden AS dihadapinya mulai dari Dwight Eisenhower hingga Bill Clinton dan mundur dari Presiden Kuba saat George W Bush berkuasa di Amerika.
 
Lahir di Biran, Kuba 90 tahun lalu, Fidel Castro berasal dari keluarga petani kaya. Dia dididik di sekolah Jesuit sebelum kuliah di Universitu of Havana jurusan hukum. 
 
Setelah bekerja sebagai pengacara selama tiga tahun, dia berencana untuk mencoba masuk ke parlemen pada 1952. Tetapi pemerintahan saat itu dijatuhkan oleh Jenderal Fulgenco Batista dalam sebuah kudeta.
 
Castro menuduh Batista yang didukung oleh AS, melanggar konstitusi dan memimpin serangan ke Barak Moncada milik Batisita di Provinsi Oriente. Penyerangan itu gagal dan Castro dipenjara hingga 15 tahun dan dibebaskan pada 1955, sebelum akhirnya mengasingkan diri di Meksiko dan AS.

 


(WIL)