Debat Cawapres AS 2016

Kaine Sebut Kebijakan Trump Terkait Imigran Mengerikan

Sonya Michaella    •    Rabu, 05 Oct 2016 09:04 WIB
pemilu as
Kaine Sebut Kebijakan Trump Terkait Imigran Mengerikan
Tim Kaine (kiri) dan Mike Pence di debat cawapres AS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Virginia: Debat calon wakil presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung cukup sengit. Mike Pence dari Partai Republik mengatakan bahwa Hillary Clinton membuka jalan lebar untuk imigran yang berarti sangat berbahaya.

Dibalas oleh Tim Kaine dari Partai Demokrat, ia mengatakan bahwa kebijakan Donald Trump lah yang berbahaya dan mengerikan, terutama soal imigran.

"Bagaimana bisa ia mengatakan kebijakan Clinton berbahaya, sedangkan Trump sendiri menyatakan bahwa Meksiko adalah pemerkosa dan pengguna narkoba?" tanya Kaine kepada Pence di debat cawapres AS di Longwood University, Virginia, Rabu (5/10/2016).

Di pernyataan Kaine ini, Pence tak mencoba menyanggahnya. Ia malah menunggu moderator untuk melontarkan pernyataan berikutnya.

Setelah itu, baru Pence menyerang perbatasan terbuka juga reformasi imigrasi yang juga didukung oleh Barack Obama.

"Sangat tidak masuk akal Obama mendukung kebijakan Clinton, namunia sendiri telah mendeportasi lebih dari 2,5 juta orang selama menjabat," tegasnya.

Pernyataan tersebut dibalas Kaine dengan menyatakan bahwa Trump telah menyakiti orang-orang imigran juga Meksiko.

"Ia sangat menghina imigran. Ia mengatakan bahwa Afrika Amerika di negara ini adalah neraka," tegas Kaine lagi.

Dalam persoalan imigran ini, disinyalir angka poling untuk Clinton akan lebih tinggi karena ia akan membuka jalan lebar bagi para imigran untuk memasuki AS. 

Sedangkan Trump kemungkinan akan dikritik karena selama kampanyenya cenderung rasis terhadap warga kulit hitam dan imigran asal Meksiko yang tinggal di Negeri Paman Sam.


(WIL)

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

5 hours Ago

OKI diharapkan aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia untuk menghentikan tindakan…

BERITA LAINNYA