Tak Hanya Kirim Bantuan, Indonesia Juga Kritik Myanmar soal Rohingya

Akhsanul Ato, Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 22 Sep 2017 10:34 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Tak Hanya Kirim Bantuan, Indonesia Juga Kritik Myanmar soal Rohingya
Menlu Retno Marsudi. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, New York: Ada sejumlah anggapan Indonesia bersikap terlalu baik hingga Myanmar mau membuka akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Rakhine. Namun hal itu dibantah Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi

Di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menlu Retno menyampaikan Indonesia juga mengkritik pemerintah Myanmar mengenai masalah Rohingya.

"Kita meng-engaged Myanmar secara konstruktif. Dan hal itu berarti, kita memahami situasi yang dihadapi, namun kita juga menyampaikan pesan, kritik, keprihatinan terhadap Rohingya pada pemerintah Myanmar," serunya di New York, Kamis 21 September 2017.

Meski mengkritik, namun Indonesia juga membantu Myanmar mengatasi konflik ini. Pendekatan inklusif ini lah yang membuat Myanmar membuka diri kepada Indonesia.

Menurut Retno, semua yang disampaikan Indonesia terangkum dalam formula 4+1, yaitu penghentian kekerasan, menahan diri maksimal, memberikan perlindungan kepada semua warga tanpa terkecuali dan membuka akses bantuan kemanusiaan. Plus satunya adalah implementasi rekomendasi Kofi Annan sebagai Ketua Komite Penasihat Rakhine.

Bantuan kemanusiaan Indonesia sudah tiba di Yangon, Myanmar semalam. Begitu tiba, bantuan langsung diangkut dan dibawa ke Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine.

Baca: Tiba di Myanmar, Bantuan Indonesia untuk Rakhine Dibawa Lewat Jalur Darat

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi menjelaskan bantuan diangkut menggunakan truk dan langsung dibawa ke Sittwe lewat jalur darat. Diperlukan waktu tempuh tiga hingga empat hari untuk bisa sampai ke tujuan.

"Bantuan sudah dalam perjalanan menuju Sittwe dari semalam. Kira-kira waktu sampainya tiga hingga empat hari," seru Ito.

Bantuan yang dikirimkan Indonesia, utamanya adalah makanan dan obat-obatan. Kemudian ada pula makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, selimut, tenda, tangki air serta kain sarung.

Bantuan tersebut, ujar Menlu Retno disesuaikan dengan kebutuhan para warga korban kekerasan di Rakhine.

Tak hanya ke Myanmar, Indonesia juga sudah memberikan bantuan kepada pengungsi yang kabur ke Bangladesh. Saat ini, bantuan sudah disalurkan ke Bangladesh. Tenda pun sudah dipasang dan dapat dipakai para pengungsi.

 


(WIL)