Empat WNI Ditahan, KJRI New York Ambil Langkah Cepat

Sonya Michaella    •    Rabu, 10 May 2017 09:46 WIB
wni
Empat WNI Ditahan, KJRI New York Ambil Langkah Cepat
Empat laki-laki asal Indonesia dan masih berstatus WNI ditahan di New Jersey. (Foto: AP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsulat Jenderal RI New York, Abdul Kadir Jaelani membenarkan bahwa terdapat empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan otoritas Amerika Serikat (AS). Empat WNI yang semuanya laki-laki ini terancam dideportasi.

Menurut laporan, empat WNI ini adalah Kristiani yang lolos dari penganiayaan di Indonesia pada 1990-an silam. Mereka termasuk dalam delapan kelompok WNI yang diberi masa tinggal sementara oleh AS pada 2013.

"Mereka masih berstatus WNI dan KJRI New York sudah mengambil langkah-langkah cepat sesuai prosedur," kata Abdul, ketika dihubungi Metrotvnews.com, Rabu 10 Mei 2017.

"Pihak KJRI sudah menelepon pihak imigrasi dan akan menemui para WNI mungkin lusa karena sesuai aturan baru bisa ditemui setelah 48 jam sejak penangkapan," lanjut dia.

Abdul menjelaskan, empat WNI ini sebenarnya sudah mendapatkan perintah pemulangan atau "order of removal". Namun pelaksanaannya ditunda karena alasan kemanusiaan.

"Sepengetahuan kami, mereka semua tinggalnya di New Jersey dan tak berpindah-pindah," tutur Abdul.

Sebelum kejadian ini, Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika (ICE) juga pernah melakukan penggerebekan pasca pemberlakuan perintah eksekutif Presiden Donald Trump dan sejumlah WNI terpaksa dideportasi dari AS.

Sejak ketidakstabilan keadaan Indonesia saat pemerintahan mantan presiden Soeharto, ratusan umat Kristiani melarikan diri dari Indonesia antara tahun 1996 sampai 2003 ketika lebih dari 1.000 gereja dihancurkan oleh ekstremis anti-Kristen.

Oleh sebab itu, Pemerintah AS mengizinkan banyak warga negara lain memasuki AS dengan visa turis. Banyak WNI yang bekerja, memulai kehidupan baru di AS dan akhirnya mendaftar agar bisa mendapatkan Green Card.

Namun, sejak AS diserang teror pada 11 September 2001, AS memberlakukan peraturan yang cukup ketat terkait warga negara lain yang ingin masuk ke AS terutama laki-laki.

Hal ini juga berlaku untuk WNI di mana Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar. Pendaftaran ini juga tidak mengklasifikasikan khusus Muslim, tapi juga untuk semua agama yang dianut WNI.

Program sistem pendaftaran keluar masuk AS ini dibatalkan tahun lalu saat Barack Obama masih memimpin AS. Obama pun sempat mengajukan di mana AS bisa menerima umat Kristen Indonesia untuk mencari suaka di AS, namun gagal untuk mendapatkan persetujuan kongres.


(WIL)