Terumbu Karang Terancam, Hawaii akan Larang Penggunaan Tabir Surya

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 05 Jul 2018 12:00 WIB
terumbu karang
Terumbu Karang Terancam, Hawaii akan Larang Penggunaan Tabir Surya
Ilustrasi tabir surya. (Foto: Yonhap).

Hawaii: Pemerintah negara bagian Hawaii, Amerika Serikat (AS) akan melarang penggunaan tabir surya di wilayah mereka. Peraturan ini akan berlaku pada 2021 mendatang.

Gubernur Hawaii David Ige mengatakan pelarangan ini dilakukan untuk menyelamatkan terumbu karang. Pasalnya, zat kimia yang terkandung dalam tabir surya sangat berbahaya bagi terumbu karang.

Ige menandatangani undang-undang pada Selasa lalu. Penandatanganan tersebut membuat Hawaii jadi negara bagian AS pertama yang melarang penjualan, distribusi dan penggunaan tabir surya berbahan oxybenzone dan octinoxate.

"Oxiybenzone dan octinoxate menyebabkan kematian dalam mengembangkan terumbu karang, meningkatkan pemutihan karang yang menunjukkan tekanan ekstrem bahkan di bawah 87,8 derajat Fahrenheit, serta menyebabkan kerusakan genetik pada karang dan organisme laut lainnya," demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU), dilansir dari Korea Herald, Kamis 5 Juli 2018.

Organisasi nirlaba Haereticus Environmental Laboratory juga mengatakan hal serupa, bahwa tabir surya berbahaya bagi terumbu karang. Sementara itu, laporan Arsip Kontaminasi Lingkungan dan Toksikologi mengatakan tabir surya bertanggung jawab atas 1,4 ton zat beracun yang mengalir ke terumbu karang setiap tahun di seluruh dunia.

"Ini hanya satu langkah kecil melindungi dan memulihkan ketahanan terumbu karang Hawaii," imbuhnya.

Meski demikian, orang-orang berkebutuhan medis yang diresepkan menggunakan tabir surya mendapat pengecualian dari larangan tersebut.


(FJR)