Semua Perwakilan Afrika di PBB Bersatu Kecam Trump

Willy Haryono    •    Sabtu, 13 Jan 2018 14:41 WIB
pbbdonald trumppemerintahan as
Semua Perwakilan Afrika di PBB Bersatu Kecam Trump
Sebuah sesi di Majelis Umum PBB di New York, AS, 15 Desember 2017. (Foto: AFP/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)

New York: Semua perwakilan Afrika di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara bulat mengecam pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai para imigran yang disebutnya berasal dari "negara-negara sampah."

Mereka juga mendesak Trump meminta maaf dan menarik ucapannya tersebut. 

"Grup Dubes Afrika di PBB sangat terkejut dan mengutuk keras pernyataan rasis dari presiden Amerika Serikat yang banyak beredar di media," ungkap sebuah pernyataan gabungan, seperti dikutip AFP, Jumat 12 Januari 2018. 

Setelah sebuah diskusi darurat dalam merespons pernyataan Trump, Grup Dubes Afrika di PBB juga "khawatir terhadap tren terkini dari pemerintah AS yang cenderung merendahkan Afrika dan warga keturunan Afrika berdasarkan warna kulit."

Sembari mendesak "penarikan pernyataan dan permohonan maaf dari Trump," grup 54 negara Afrika itu berterima kasih kepada warga AS yang "mengecam pernyataan" rasis tersebut. 

Resolusi kecaman dari 54 negara itu diloloskan secara bulat setelah diskusi yang berlangsung selama empat jam.

Baca: Tillerson Serukan Keragaman usai Kontroversi Ucapan Trump

"Untuk kali ini, kami semua berada dalam posisi yang sama," ucap seorang dubes negara Afrika kepada AFP.

Para dubes negara Afrika tidak terlebih dahulu memberitahu pemerintah pusat masing-masing sebelum meloloskan resolusi. Beberapa dubes mengaku mungkin akan mendapat panggilan telepon dari pemerintahnya terkait hal ini. 

Media lokal melaporkan kata kasar itu dilontarkan Trump dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah petinggi mengenai reformasi imigran di Gedung Putih. 

Trump membantah menggunakan kata tidak pantas. "Bahasa yang saya gunakan saat pertemuan DACA memang keras, tapi bukan kata spesifik itu yang saya gunakan," tulis Trump, merespons artikel di The Washington Post dan New York Times.

Sementara itu menurut seorang saksi dalam rapat di Gedung Putih, yakni Senator Partai Demokrat Dick Durbin, Trump berulang kali mengucapkan "sampah" saat mempertanyakan apakah AS harus menerima tambahan imigran dari Afrika, Haiti dan El Salvador.

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA