Picu Kejutan, Trump akan Muncul di Pertemuan Ekonomi Dunia

Arpan Rahman    •    Rabu, 10 Jan 2018 14:05 WIB
donald trump
Picu Kejutan, Trump akan Muncul di Pertemuan Ekonomi Dunia
Presiden AS Donald Trump akan menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) (Foto: AFP).

Davos: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberi pesan populisnya langsung ke elit politik dan bisnis dunia, akhir bulan ini. Ia menjadi Presiden AS pertama yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos dalam waktu hampir 20 tahun.
 
Trump, yang mencalonkan diri sebagai presiden dengan jargon kampanye nasionalis "Utamakan Amerika" ("America First"), akan berbaur dengan festival globalisme Alpine tahunan di Davos, Swiss. Dan mungkin menawarkan beberapa pandangannya sendiri, kata Gedung Putih.
 
"Presiden menyambut baik kesempatan untuk memajukan agenda America First-nya dengan para pemimpin dunia," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.
 
"Pada Forum Ekonomi Dunia tahun ini, presiden berharap untuk mempromosikan kebijakannya guna memperkuat bisnis Amerika, industri Amerika, dan pekerja Amerika," lanjutnya, seperti dilansir AFP, Rabu 10 Januari 2018.
 
Serangkaian Presiden AS telah menghindari hadir di acara kelas atas tahunan ini, karena khawatir persinggahan ke resor ski Eropa akan membuat mereka terlihat di luar jangkauan.
 
Presiden terakhir yang datang adalah Bill Clinton, yang hadir pada 2000.
 
Pertemuan tersebut mungkin tampak berlawanan dengan jargon politik Trump. Namun Gedung Putih menegaskan bahwa pesannya akan sama di bawah naungan vila-vila kecil di pegunungan seperti di Washington.
 
Memburu tanda?
 
Trump, seorang taipan real estat yang alih profesi jadi presiden, jarang menghindar dari orang-orang kaya dan terkenal. Namun mungkin mengantongi insentif geopolitik tambahan bila hadir di sana.
 
Tahun lalu, forum tersebut didominasi oleh penampilan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
 
Xi menjadi pemimpin Tiongkok pertama yang hadir, mengambil peran sebagai pembela perdagangan bebas dan globalisasi dalam menghadapi retorika proteksionis Trump.
 
"Tidak ada yang akan muncul sebagai pemenang dalam perang dagang," Xi mengingatkan, memicu pertumbuhan Tiongkok dengan cepat memasuki sebuah sebuah ruang yang dibiarkan kosong oleh AS.
 
Selama belanja puluhan tahun, Tiongkok sudah mendanai proyek infrastruktur dari Sri Lanka ke Zambia, yang seringkali mendapat pengaruh politik dalam prosesnya.
 
Tahun lalu, pemerintah Trump diwakili oleh utusan informal, Anthony Scaramucci, yang menantang Beijing untuk mencocokkan kata-kata dengan perbuatan.
 
Sejumlah perusahaan juga cepat menunjukkan celah antara retorika Xi dan kenyataan melakukan bisnis di Tiongkok. Di mana hal itu merupakan proses yang sering berliku-liku.
 
Utamakan Amerika
 
Tidak jelas bagaimana haluan "America First" dari Trump di bidang perdagangan akan dimainkan antara para penganut tatanan berbasis global.
 
"Pertanyaannya muncul apakah dia akan bermain untuk pemirsa Davos global atau memanfaatkan pidatonya buat mengejutkan orang banyak dengan retorika anti-globalisasi yang dia suka gunakan di dalam negeri," kata Scott Mulhauser, mantan kepala staf di Kedutaan Besar AS di Beijing
 
"Kedua sisi Trump berada dalam kontras tertentu pada urusan perdagangan dan globalisasi, dan bahkan mungkin keduanya muncul dalam pidato yang sama," tambah Mulhauser.
 
"Jadi yang ini harus menarik, dan sinyal yang dia kirim akan terdengar di dalam negeri AS dan di seluruh dunia," imbuhnya.
 
Sejak menjabat pada Januari 2017, Trump telah mengobok-obok atau berupaya menegosiasi ulang serangkaian pakta perdagangan yang mendukung perdagangan global.
 
Serangkaian penyelidikan terhadap praktik perdagangan Tiongkok sudah membuat pemerintahannya bertantangan dengan Beijing.
 
Pertemuan Davos tahun ini berlangsung 23-26 Januari, dengan tema "Menciptakan Masa Depan Bersama di Dunia yang Patah." Belum jelas kapan tepatnya Trump akan hadir.



(FJR)