Sekitar 100 Juta Orang Terdampak Suhu Ekstrem di AS

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 17:00 WIB
cuaca ekstrem
Sekitar 100 Juta Orang Terdampak Suhu Ekstrem di AS
Embusan Arktika dan angin dingin melanda beberapa wilayah di AS dan Kanada. (Foto: AFP / Andrew CABALLERO-REYNOLDS)

New Hampshire: Sekitar 100 juta warga Amerika Serikat terkena imbas dari suhu ekstrem yang melanda sejak beberapa hari terakhir hingga akhir pekan ini.

Badai salju dari Pantai Timur, yang mengembuskan angin beku dengan suhu hingga minus 100 derajat Celcius, bergerak mendekati Mount Washington, New Hampshire, Sabtu 6 Januari 2018.

Suhu super dingin diproyeksikan melanda seluruh wilayah timur laut Burlington, Vermont, dengan suhu minus 1 derajat Celcius, dan angin dingin minus 30. Sementara suhu di Philadelphia dan New York diperkirakan 8 derajat Celcius.

Sementara di Hartford, Connecticut, suhu dingin brutal berada di angka 10 derajat, dengan angin dingin minus 20.

Pada Sabtu 6 Januari, angin di atas kecepatan 144 kilometer per jam berputar-putar di Gunung Washington, puncak tertinggi di timur laut AS, dengan suhu minus 37 dan angin dingin minus 93. Suhu ini sama-sama menempati peringkat kedua dengan Armstrong, Ontario, yang menjadi tempat terdingin di dunia.

Boston, pada level suhu 11 derajat, berkutat dengan tantangan berbeda. Kota ini kekurangan tenaga tukang di tengah banyaknya pipa yang membeku dan retak.

Di New Jersey, banyak orang tinggal di rumah daripada berjuang melawan suhu dingin di luar. Sebagian lainnya membersihkan tumpukan salju dari badai sepanjang pekan ini.

Aktivitas Bandara Terganggu

Sejumlah bandara kesulitan beroperasi di tengah temperatur dingin ekstrem yang membekukan sebagian wilayah Amerika Serikat dan Kanada. 

Salah satu yang terkena imbas terburuk adalah Bandara Internasional John F Kennedy (JFK) di New York. 

Menurut keterangan situs pemantau penerbangan, Sabtu 6 Januari 2018, para penumpang maskapai Air China terpaksa menunggu di pesawat selama tujuh jam sebelum dapat parkir ke gerbang kedatangan. 

Chris Mendez, penumpang maskapai Alitalia, menuliskan di Twitter bahwa ia dan semua orang harus menunggu di pesawat selama lebih dari tiga jam. 

"Sejumlah penumpang membutuhkan bantuan medis. Beberapa bayi menangis kelahiran dan orang-orang juga menelepon polisi dari dalam pesawat," tulisnya. 




(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA